PPSDS Jatim Protes Kenaikan Harga Sapi Siap Potong

PPSDS Jatim Protes Kenaikan Harga Sapi Siap Potong

Kondisi pasar hewan sapi di wilayah Jawa Timur di tengah kelangkaan sapi siap potong dan kenaikan harga.-Rakhmat Hidayat-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS-Jatim), Muntowif, memprotes kenaikan harga sapi hidup siap potong yang dinilai akan berdampak pada lonjakan harga daging segar di pasaran.

BACA JUGA:Permintaan Daging Sapi Naik 5 Persen saat Nataru, RPH Surabaya Jamin Stok Aman

Muntowif menyebutkan, kenaikan harga sapi siap potong berpotensi mendorong harga daging segar berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.


Mini Kidi--

Sikap PPSDS-Jatim tersebut seiring dengan rencana ancaman mogok berjualan yang akan dilakukan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) se-Jabodetabek pada Selasa, 6 Januari 2026, sebagai bentuk protes terhadap mahalnya harga sapi siap potong.

BACA JUGA:Sapi Sapu Jagat dari Mojokerto Ukir Sejarah di Jember Cup Season 2, Raih Juara dan Pecahkan Rekor Nasional

“Saat ini harga sapi hidup siap potong berada di kisaran Rp53.000 hingga Rp55.000 per kilogram bobot hidup, dari harga sebelumnya sekitar Rp50.000 sampai Rp53.000, tergantung kondisi sapinya,” kata Muntowif.

BACA JUGA:Dibanjiri Ribuan Penonton, Pasangan Sapi Kerap Berlian Sonar Gaet Piala Begilir Bupati Bangkalan

Ia menegaskan, jika gejolak harga telah terjadi di wilayah Jabodetabek, maka daerah lain berpotensi mengikuti kondisi serupa, termasuk Jawa Timur.

BACA JUGA:Sidak RPH Sapi di Tambak Osowilangun, Komisi B DPRD Surabaya Beri Catatan Penting

Menurutnya, kondisi pasar hewan sapi di sejumlah daerah di Jawa Timur mulai mengalami kelangkaan sapi siap potong. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Lumajang, Probolinggo, Malang, dan Madura.

“Kondisi sapi siap potong yang dijual di pasar mulai langka. Kalaupun ada, harganya menyesuaikan dengan harga yang terjadi di Jabodetabek,” ujarnya.

Muntowif juga mengingatkan bahwa dalam dua bulan ke depan umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026, yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan daging segar dan berpotensi menimbulkan gejolak harga.

“Mumpung masih ada waktu sekitar dua bulan, pemerintah provinsi di Jawa dapat mengambil langkah-langkah kebijakan strategis untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga daging saat Ramadan dan Idulfitri,” katanya.

Sumber: