Satgas Pengendalian Harga Pangan Tulungagung Pastikan Stok dan Harga Beras di Bawah HET
Satgas Pangan memantau harga beras di pasaran.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Satgas Pengendalian Harga Pangan Kabupaten TULUNGAGUNG turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga bahan pokok, khususnya beras, guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran tetap terjaga.

Mini Kidi--
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kebutuhan pokok masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Fajar Widariyanto, mengatakan pemantauan dilakukan bersama Perum Bulog dan Polres Tulungagung yang tergabung dalam Satgas Pangan. Fokus utama pengawasan kali ini adalah komoditas beras karena menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat.
BACA JUGA:Harga Aman, Stok Terkendali, Satgas Pangan Polres Tulungagung Sidak Pasar Jelang Nataru
“Monitoring ini kita lakukan menyambut Nataru. Bersama Bulog dan Polres, kami memantau harga beras dan sampai saat ini masih aman, baik beras premium maupun medium, semuanya masih di bawah HET. Beras SPHP juga aman dan tersedia di lapangan,” ujar Fajar, Rabu 31Desember 2025.
Fajar menambahkan, pemantauan tidak hanya dilakukan di satu titik. Satgas Pangan juga berencana menyisir wilayah lain, termasuk Kecamatan Ngunut, untuk memastikan kondisi serupa.
BACA JUGA:Sidak Pasar Ngunut, Bulog dan Satgas Pangan Pastikan Ketersediaan Beras untuk Masyarakat
“Beras ini kebutuhan utama masyarakat. Kalau harga beras stabil, masyarakat merasa aman dan nyaman. Komoditas lain sifatnya penunjang,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas, memastikan stok beras di gudang Bulog dalam kondisi sangat aman. Saat ini, Bulog Tulungagung memiliki dua kompleks gudang dengan total stok sekitar 23.000 ton.
BACA JUGA:Tutup Tahun, Kantah ATR/BPN Tulungagung Bagikan Sertipikat kepada Warga
“Stok beras kita aman. Dengan kondisi ini, penyaluran SPHP maupun bantuan pangan bisa berjalan nonstop. Bahkan stok kami cukup untuk kebutuhan hingga satu tahun ke depan,” terang Yonas.
Menurutnya, Bulog berkomitmen menjaga pasokan beras agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga, terlebih pada momen krusial seperti Natal dan Tahun Baru. Apalagi saat ini masih memasuki masa tanam, bukan masa panen, sehingga diperlukan pengawasan ekstra.
BACA JUGA:Dorong Kesejahteraan Warga, Pemdes Sidem Tuntaskan Penyaluran BLT DD 2025 hingga Dua Tahap
Sumber:
