Pemkab Jember Salurkan 2.500 Gerobak Mlijo Cinta untuk Perkuat PKL dan UMKM

Pemkab Jember Salurkan 2.500 Gerobak Mlijo Cinta untuk Perkuat PKL dan UMKM

Bupati Jember Gus Fawait menyerahkan simbolis gerobak Mlijo Cinta kepada pelaku UMKM.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten JEMBER meluncurkan program Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta dengan menyalurkan 2.500 unit kepada PKL dan UMKM di 24 kecamatan sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, Rabu 31 Desember 2025.

Program ini ditegaskan sebagai langkah konkret keberpihakan pemerintah daerah kepada pelaku UMKM, PKL, dan sektor ekonomi informal yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian lokal.


Mini Kidi--

Bupati Jember Gus Fawait menyampaikan, peluncuran ribuan gerobak dan rombong tersebut bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk menjaga denyut ekonomi rakyat kecil agar terus tumbuh dan berkelanjutan.

“Pada prinsipnya, program ini adalah bentuk keberpihakan nyata Pemerintah Kabupaten Jember kepada para pelaku UMKM, PKL, dan sektor informal. Kita tahu, setiap kali krisis melanda, ekonomi sektor informal selalu menjadi penyangga utama,” ujar Gus Fawait.

BACA JUGA:Unej, BP Taskin dan Pemkab Jember Bersinergi: Jadikan Kopi sebagai Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan

Sebanyak 2.500 gerobak dan rombong disalurkan kepada pelaku usaha yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Jember. Antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi, bahkan jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa program Mlijo Cinta benar-benar dibutuhkan masyarakat. Pemerintah daerah pun memastikan program ini tidak berhenti pada pembagian sarana usaha semata.

BACA JUGA:Perkuat Kemandirian Fiskal, Pemkab Jember Pastikan Tidak Naikkan Pajak Daerah

Gus Fawait menambahkan, Pemkab Jember telah menyiapkan program lanjutan untuk meningkatkan kapasitas usaha para penerima manfaat.

Bantuan lanjutan tersebut meliputi pelatihan peningkatan kapasitas usaha, sertifikasi halal gratis, pendampingan BPOM untuk jaminan keamanan pangan, pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha dan PIRT, hingga perancangan skema subsidi bunga kredit UMKM.

BACA JUGA:Wujud Kebinekaan, Pemkab Jember Beri Honor Pengajar Kristiani Setara Guru Ngaji

Selain itu, Gus Fawait menekankan pentingnya kebersihan dan ketertiban kota melalui penataan PKL secara bertahap. Pemerintah daerah menyiapkan Food Street sebagai proyek percontohan penataan PKL.

Food Street pertama direncanakan berlokasi di Jalan Kartini dengan jam operasional pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, khusus pedagang makanan dan minuman, dengan kapasitas sekitar 148 pedagang.

Sumber:

Berita Terkait