Di Kota Lama, Sejarah Semarang Direkam dalam Bingkai Kartu Pos

Di Kota Lama, Sejarah Semarang Direkam dalam Bingkai Kartu Pos

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat peluncuran buku dalam pameran kartu pos di kawasan Kota Lama Semarang.-Yoyok Khayatullah-

SEMARANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memasuki abad ke-20, kartu pos bergambar muncul sebagai media korespondensi yang populer di Hindia Belanda. Kehadirannya tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga mendorong demokratisasi fotografi yang sebelumnya bersifat eksklusif.

BACA JUGA:Menbud Fadli Zon Minta Monumen Reog Ponorogo Jadi Kantong Kebudayaan

Melalui format kartu pos, jejak sejarah Kota Semarang terekam secara visual dan menjadi saksi perjalanan ibu kota Provinsi Jawa Tengah sejak akhir abad ke-19. Kartu pos pun menjadi medium alternatif untuk mempelajari sejarah kota, selain melalui cerita lisan maupun buku-buku sejarah.


Mini Kidi--

Melalui pameran yang digelar di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama Semarang, masyarakat—khususnya generasi muda—dapat menyaksikan, mengenal, dan memahami sejarah Kota Semarang melalui koleksi kartu pos bersejarah.

BACA JUGA:Plaza Internatio Kota Lama Penuh Warna, SFF 2025 Suguhkan Pawai Kostum Spektakuler

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam sambutannya mengatakan pameran kartu pos tersebut merupakan upaya pelestarian, pendokumentasian, serta penguatan nilai-nilai budaya melalui medium literasi visual dan sejarah.

“Pameran ini tidak hanya menjadi ruang temu intelektual, tetapi juga ruang dialog antara memori kolektif dan realitas kekinian, serta wadah refleksi atas sejarah, identitas, dan perjalanan budaya Kota Semarang,” ujar Fadli.

BACA JUGA:Puncak Kemeriahan, Surabaya Fashion Festival 2025 Ditutup Live Music Band di Kota Lama

Menurut Fadli, melalui gambar dan teks yang menyertainya, kartu pos mampu menjembatani masa lalu dengan masa kini, sekaligus menghadirkan sejarah dalam bentuk yang lebih komunikatif dan mudah dipahami oleh generasi penerus bangsa.

Selain itu, kartu pos juga dinilai memiliki fungsi strategis sebagai instrumen diplomasi budaya dengan menampilkan identitas nasional kepada dunia internasional, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.


Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau pameran kartu pos di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang.-Yoyok Khayatullah-

“Melalui kegiatan ini, kita diajak melihat kembali Kota Semarang sebagai lanskap sejarah yang kaya akan nilai, makna, dan pelajaran, sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap kota ini,” jelasnya.

BACA JUGA:Pesona Manten Pegon Kontingen Wonocolo Hipnotis Ribuan Penonton SFF 2025 di Kota Lama Surabaya

Sumber: