Refleksi Harlah Gus Dur dan NU, Senator Lia Suarakan Kesejahteraan Guru Ngaji

Refleksi Harlah Gus Dur dan NU, Senator Lia Suarakan Kesejahteraan Guru Ngaji

Momen Lia Istifhama silaturahmi di Ponpes Roudlatud Darojat Lamongan.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-16 Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 menjadi momentum untuk mendorong kesejahteraan guru ngaji. Hal ini seperti yang ditekankan oleh anggota DPD RI Lia Istifhama.

Menurut perempuan yang karib disapa Ning Lia ini, guru ngaji adalah fondasi utama pembangunan karakter bangsa. Ia menyebut, guru ngaji bukan hanya pengajar huruf hijaiyah, melainkan penjaga gawang nilai-nilai akhlak dan keberlanjutan pendidikan Islam.

BACA JUGA:Ajak Mahasiswa dan Relawan Kedepankan Demokrasi Substansial, Ning Lia: Politik Itu Strategi Kebaikan


Mini Kidi--

"Guru ngaji bekerja dalam kesederhanaan, namun dampak yang mereka berikan bagi masa depan generasi bangsa sangatlah besar. Mereka adalah penjaga nilai di tengah arus zaman," ujar Ning Lia, Senin, 29 Desember 2025.

Pernyataan ini, menurutnya, selaras dengan amanat Konferensi Besar NU 2024 yang menekankan pentingnya pemenuhan hak dasar warga, termasuk perlindungan sosial yang adil bagi para penggerak pendidikan keagamaan.

BACA JUGA:Peringatan Natal, Ning Lia Ajak Perkuat Harmoni dan Fondasi Keluarga

Ia mengungkapkan bahwa jauh sebelum menduduki kursi parlemen, dirinya pernah melakoni peran yang sama sebagai guru ngaji dan pengajar TPQ. Pengalaman masa lalu itulah yang membentuk sensitivitas sosialnya hingga saat ini.

Ia mengingatkan bahwa dalam dunia pendidikan, setiap ucapan dan tindakan guru akan terekam abadi dalam memori santri. Oleh karena itu, keteladanan menjadi harga mati.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Roudlatud Darojat, Lamongan pada beberapa waktu yang lalu, Ning Lia mengingatkan tentang pentingnya warisan pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, toleransi, dan keadilan.

BACA JUGA:Refleksi Hari Ibu, Ning Lia: Ibu Adalah Arsitek Peradaban di Era Digital

Melalui penguatan posisi guru ngaji, Ning Lia berharap nilai-nilai luhur tersebut tetap hidup dan relevan di masyarakat.

Dirinya pun mengajak para guru ngaji untuk tetap istiqamah dalam pengabdian, sembari memastikan dirinya akan terus mendorong negara dan organisasi terkait untuk memberikan perlindungan serta penghargaan yang lebih layak bagi mereka.

"Peringatan Harlah ke-16 Gus Dur dan Harlah NU ke-103 bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih berkeadilan," tuntasnya. (bin)

Sumber:

Berita Terkait