Eri Cahyadi Larang Kembang Api di Malam Tahun Baru, Kedepankan Doa Lintas Agama dan Empati
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemkot Surabaya mengambil langkah berbeda dalam menyambut pergantian tahun 2026. Alih-alih pesta pora, Kota Pahlawan akan merayakan malam tahun baru dengan kesederhanaan melalui gelaran doa lintas agama di balai kota.
Langkah ini diambil sebagai bentuk empati mendalam terhadap korban bencana alam yang melanda Sumatera dan berbagai wilayah lain di Indonesia.
BACA JUGA:Eri Cahyadi Rotasi 79 Pejabat Eselon III dan IV Pemkot Surabaya Jelang Akhir Tahun

Mini Kidi--
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa momentum pergantian tahun kali ini harus menjadi ruang introspeksi kolektif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari umat Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Khonghucu untuk bersatu dalam doa.
“Sejak lama saya sampaikan, di Surabaya pada malam tahun baru kita awali dengan doa lintas agama. Kita berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing. Setelah itu, silakan ada kegiatan lain, tetapi tidak berlebihan,” ujar Eri Cahyadi, Minggu 28 Desember 2025.
BACA JUGA:Jambret di Kota Lama Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Pengamanan Berlapis dan Patroli Masif
Sebagai wujud nyata dari sikap empati tersebut, Pemkot Surabaya secara resmi melarang penggunaan kembang api di seluruh penjuru kota.
Pihaknya menilai, menyalakan kembang api di tengah duka yang dialami saudara sebangsa di wilayah bencana adalah tindakan yang kurang patut.
Selain kembang api, petugas juga akan menindak tegas penggunaan knalpot brong demi menjaga ketertiban dan kenyamanan warga. Eri lebih menekankan penggunaan sanksi sosial dibandingkan sanksi hukum bagi para pelanggar.
“Kalau masih ada yang menyalakan kembang api lalu viral, sanksi sosial itu jauh lebih berat. Masyarakat akan menilai sendiri mana yang punya empati dan mana yang tidak,” tegasnya.
Di balik kebijakan pembatasan hiburan tersebut, semangat solidaritas warga Surabaya justru menunjukkan angka yang luar biasa.
Dalam dua pekan terakhir, bantuan kemanusiaan yang berhasil dihimpun oleh Pemkot Surabaya telah mencapai Rp8,9 miliar dalam bentuk tunai dan Rp1,2 miliar dalam bentuk barang.
Sumber:


