Surabaya Barometer Nasional, Menteri LH Puji Pengelolaan Sampah Setara Kota Global dalam Aksi Resik Kalimas
Kerja bakti massal bersama Kementrian Lingkungan Hidup.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebanyak 7.269 warga kota tumpah ruah di sepanjang Sungai Kalimas dalam aksi kerja bakti massal atau korve, Jumat 6 Maret 2026. Aksi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan simbol kuatnya komitmen kolektif dalam menjaga ekosistem perkotaan.
Kegiatan yang diinisiasi Pemkot Surabaya bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI tersebut memetakan 5.316 peserta di delapan titik vital, mulai dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga Kampung Gemblongan.

Mini Kidi Wipes.--
Sementara itu, 1.953 peserta mengikuti apel dan kerja bakti di lokasi utama sebelum bergabung dengan peserta lain di sepanjang jalur kegiatan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang hadir langsung di lokasi, tak mampu menyembunyikan kekagumannya.
BACA JUGA:Dongkrak Perekonomian, Rute Perahu Wisata Diproyeksikan hingga SWK Kalimas Timur Surabaya
Ia menyebut Surabaya telah menetapkan standar tinggi dalam pengelolaan sampah di Indonesia.
"Saya sangat bangga dengan Kota Surabaya. Saat ini, Surabaya merupakan kota dengan pengelolaan sampah terbaik secara nasional," ujarnya.
Menurut Hanif, keberhasilan Surabaya bukan hanya soal angka, melainkan sudah menjadi budaya yang tertangkap mata.
BACA JUGA:Wujudkan Lingkungan Sehat, Sinergi 3 Pilar Pabean Cantikan Gelar Kerja Bakti di Kalimas Timur
Ia memuji estetika jalan-jalan protokol Surabaya yang dinilai setara dengan kota-kota besar di Eropa.
"Secara visual, Surabaya sudah sebanding dengan kota-kota global yang memiliki budaya pengelolaan sampah sangat maju," imbuhnya.
Berdasarkan data, Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari. Namun, kota ini memiliki solusi konkret melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo yang mampu menyerap lebih dari 1.000 ton sampah per hari.
Sumber:







