HPN 2026

Cegah Sebelum Parah, Awali Hidup Sehat untuk Hindari Penyakit Kronis Bersama JKN

Cegah Sebelum Parah, Awali Hidup Sehat untuk Hindari Penyakit Kronis Bersama JKN

Fitriyah Kusumawati.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.CO.ID - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memainkan peran penting dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah tingginya biaya layanan kesehatan untuk penyakit kronis dan katastropik seperti  kanker, leukemia, stroke, thalassaemia, chirrohis hepatitis, gagal ginjal, haemophilia dan penyakit jantung. 

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, hal ini menjadi perhatian khusus karena penyakit-penyakit tersebut menyerap sebagian besar anggaran pelayanan kesehatan setiap tahunnya.

BACA JUGA:Fano dan Karyawan Merasa Terlindungi Kesehatannya dengan JKN


Mini Kidi--

“Penyakit kronis dan katastropik menjadi tanggungan besar dalam pembiayaan Program JKN. Penyakit seperti gagal ginjal atau jantung memang membutuhkan biaya perawatan yang tinggi dan berlangsung lama. Semakin banyaknya penderita penyakit kronis disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat. Padahal sebagian besar penyakit kronis bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin,” jelasnya, Rabu 22 Oktober 2025.

Salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat adalah diabetes melitus, yang dikenal sebagai mother of disease, karena dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai organ tubuh lainnya, seperti jantung, mata, dan ginjal. Selain itu, penyakit  hipertensi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kedua penyakit ini sering disebut silent killer, karena gejalanya tidak selalu terasa hingga akhirnya menimbulkan komplikasi berat.

BACA JUGA:JKN Dorong Kepatuhan Badan Usaha Dukung Cakupan Kesehatan Semesta

“Diabetes dan hipertensi adalah dua penyakit yang sering menjadi pintu masuk bagi penyakit kronis lainnya. Keduanya tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi biasanya disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan garam, kurang rutin melakukan olahraga, serta stress yang tidak dikelola dengan baik. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan sehari-hari agar terhindar dari risiko penyakit kronis di kemudian hari,“ terang Fitri.

BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung telah membayar biaya pelayanan kesehatan penyakit katastropik bagi peserta JKN setiap tahun yang selalu mengalami kenaikan pembiayaan. Di mana biaya terbesar dari penyakit katastropik tersebut adalah penyakit jantung dan stroke. Pada tahun 2024 biaya pelayanan kesehatan untuk penyakit katastropik sebesar Rp 232.012.095.987. Sedangkan pada tahun 2025 sampai dengan bulan September pembiayaan untuk penyakit katastropik telah menyerap biaya sebesar Rp 188.502.771.108.

BACA JUGA:Satya JKN Award 2025, Wujud Gotong Royong Bangsa Lindungi Pekerja

Pencegahan penyakit kronis bisa dilakukan dengan langkah sederhana, seperti dengan menjaga pola makan. Mengurangi konsumsi makanan manis dan asin, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki 30 menit setiap hari juga sangat bermanfaat untuk menjaga tekanan darah dan kadar gula tetap stabil.

“Kebiasaan sederhana ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang. Karena itu, kami mendorong masyarakat yang memiliki riwayat dan gejala penyakit kronis untuk rutin melakukan pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta jangan lupa seluruh peserta JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan satu kali setahun agar kondisi kesehatan selalu terpantau. Skrining kesehatan dapat dilakukan secara mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN, serta dapat dilakukan di FKTP.  Bagi  pasien penyakit kronis dengan kondisi yang sudah stabil berdasarkan pemeriksaan dokter, dapat bergabung sebagai peserta Prolanis (Pengelolaan Penyakit Kronis). Dengan menjadi peserta Prolanis kondisi kesehatan dapat dipantau secara rutin oleh dokter FKTP. Selain itu, peserta Prolanis akan mendapat pemeriksaan tekanan darah, kimia darah dan juga pemeriksaan HbA1C bagi pasien diabetes mellitus agar kondisi kesehatan tetap stabil," tutup Fitri.(fir/fai)

Sumber: