HPN 2026

Kental Nuansa Religius-Nasionalis, Pawai Hari Santri Arroudhoh Jember 2025 Libatkan Ratusan Peserta

Kental Nuansa Religius-Nasionalis, Pawai Hari Santri Arroudhoh Jember 2025 Libatkan Ratusan Peserta

Para siswa-siswi antusias mengikuti pawai santri.--

JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di bawah naungan Yayasan Arroudhoh disambut semarak dengan penyelenggaraan Pawai/Kirab Hari Santri yang sarat makna. Kegiatan yang mengusung tema nasional Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia ini sukses digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025, melibatkan sekitar 900 peserta.

​Ratusan peserta, yang terdiri dari santri Arroudhoh, murid MI, TK, dan PAUD Arroudhoh, serta para dewan guru, tampil kompak dan meriah dalam pawai yang memadukan nuansa religius dan nasionalisme.

BACA JUGA:Bupati Tulungagung Ajak Santri Teladani Semangat Juang Ulama di Hari Santri Nasional 2025


Mini Kidi--

Dini Amelia Citra, mewakili ​Ketua Panitia, menerangkan bahwa pawai ini merupakan tradisi tahunan Yayasan Arroudhoh. "Untuk pawai, kami sudah menyelenggarakan sejak dua tahun lalu, dan setiap tahunnya kami selalu menyelenggarakan kegiatan Hari Santri dengan konsep yang berbeda," jelas Dini. Ia menambahkan bahwa dua tahun lalu, misalnya, pawai diselenggarakan pada malam hari.

​Tahun ini, tema nasional diwujudkan melalui pawai yang secara eksplisit menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan keagamaan. "Kami memulai persiapan sejak pukul 07.30 pagi, dan kemudian melakukan pawai dari gedung madrasah lingkup yayasan, melintas di Jalan Slamet Riyadi menuju Jalan Rembangan, dan berakhir di Perumahan Rembangan Hill, menempuh jarak sejauh satu setengah kilometer," tambahnya.

BACA JUGA:Peringati Hari Santri, Kapolresta Banyuwangi Apresiasi Peran Pesantren Bentuk Karakter Generasi Muda

​Pawai ini bukan sekadar arak-arakan. Dini berharap melalui kegiatan ini, peserta didik dapat mengenang jasa para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. "Mereka diajarkan tentang cinta tanah air tanpa melupakan leluhur dari para ulama," ungkapnya.

​Para peserta pawai tampil seragam mencerminkan identitas Islami. Peserta putra mengenakan baju takwa warna putih dengan bawahan hitam, sementara peserta putri tampil anggun dengan gamis hijau kombinasi putih.

BACA JUGA:Peringati Hari Santri, Wali Kota Malang Sampaikan Duka Mendalam untuk Santri Al Khozini

​Sementara itu, Kepala Sekolah MI Arroudhah, Dian Tanjung Sari, menyoroti aspek edukasi karakter sebagai tujuan utama. Ia menegaskan bahwa pawai Hari Santri adalah momen yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini.

​"Kami ingin mengedukasi anak-anak agar mereka mengerti dan sadar—meski mereka sudah mengikuti kurikulum akademik—tapi tetap harus memegang teguh akhlak, terutama karakter-karakter yang ditanamkan dalam Islam," tegas Dian.

BACA JUGA:Pimpin Hari Santri, Gus Shobih: Tema HSN 2025 Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia Sangat Tepat

​Ia menutup dengan harapan besar. "Semoga anak-anak kami semakin memiliki akhlak mulia. Ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan akhlak mereka, agar tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga bisa memegang nilai-nilai tradisi religi yang sudah ditanamkan sejak dini," pungkasnya.(edy)

Sumber: