HPN 2026

Bupati Tulungagung Geram, Sejumlah OPD Absen di Pembukaan Pameran Museum

Bupati Tulungagung Geram, Sejumlah OPD Absen di Pembukaan Pameran Museum

Bupati Gatut Sunu mengunjungi salah satu stand pameran.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.CO.ID - Bupati Tulungagung, H Gatut Sunu Wibowo, menunjukkan rasa kecewanya terhadap sejumlah staf dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak hadir dalam pembukaan Pameran Museum Tulungagung, pada Selasa 21 Oktober 2025.

Pameran yang digelar di Museum Daerah Tulungagung ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang Hari Jadi ke- 820 Kabupaten Tulungagung, yang akan diperingati pada bulan November mendatang. 

BACA JUGA:Bupati Tulungagung Sambut Hangat Kunjungan Taruna SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN Taruna Nala


Mini Kidi--

Namun, suasana pembukaan sedikit ternoda karena beberapa kursi undangan terlihat kosong tanpa kehadiran perwakilan dari sejumlah OPD.

Bupati Gatut Sunu yang memimpin langsung pembukaan kegiatan tersebut tidak menutupi rasa kecewanya. 

Ia menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap OPD yang dinilai tidak menunjukkan sikap disiplin dan tidak tegak lurus terhadap arahan pimpinan daerah.

BACA JUGA:Temui Pendemo, Bupati Tulungagung Janjikan Solusi Keluhan Masyarakat

“Saya terus terang kecewa. Acara ini bagian dari persiapan Hari Jadi Tulungagung, seharusnya semua OPD bisa hadir dan mendukung. Tapi ternyata ada yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” ujar Gatut Sunu usai membuka pameran.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa dirinya memahami jika ada kepala OPD yang memang sedang menjalankan tugas luar daerah. Namun, ia menyayangkan sikap sebagian perwakilan OPD yang memilih tidak hadir tanpa konfirmasi.

“Kalau memang ada tugas luar kota, itu bisa dimaklumi. Tapi kalau tidak hadir tanpa alasan, ya tentu akan kami evaluasi. Ini soal komitmen dan kedisiplinan,” tegasnya.

BACA JUGA:Bupati Tulungagung Janji Sampaikan Keluhan Warga Kaligentong ke Pangdam V Brawijaya

Bupati menambahkan, kegiatan seperti pameran museum bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah, sekaligus mengenalkan potensi wisata edukatif yang dimiliki Tulungagung.

“Museum ini bagian dari identitas daerah. Jadi kalau kita sendiri tidak hadir dan menghargai kegiatan seperti ini, bagaimana masyarakat bisa ikut peduli?” tambahnya.

Sumber:

Berita Terkait