Reportase Anis T Pottag dari Thailand: Geliat Dunia Malam di Negeri Gajah Putih

Reportase Anis T Pottag dari Thailand: Geliat Dunia Malam di Negeri Gajah Putih

Situasi di salah satu Sport Bar di Thailand: Inset Anis T Pottag wartawan Memorandum.--

Asyiknya Menikmati Pertandingan Liga Premier di Sport Bar di Sukhumvit 11

THAILAND, MEMORANDUM.CO.ID-Bangkok memang tidak pernah tidur. Malam itu saya menyusuri jalan Sukhumvit yang tak pernah sepi, dengan lampu neon berkelip di kiri kanan, suara musik dari klub malam bercampur dengan deru kendaraan.

Saat memasuki Soi 11, suasana semakin padat. Lorong kosmopolitan ini seakan menjadi panggung dunia: turis, ekspatriat, dan wajah-wajah asing bercampur di satu arus yang sama.

Bar, restoran, dan klub berdiri rapat, sementara hampir setiap sudutnya dihidupkan oleh layar besar yang menayangkan pertandingan olahraga.

Saya akhirnya singgah di Mullis Sports Bar, tepat di seberang Old German Beerhouse.

Dari luar saja sudah terdengar riuh sorakan. Begitu masuk, saya disambut meja-meja penuh, pelayan yang sibuk, dan layar besar yang menayangkan laga Liga Premier Inggris antara Chelsea dan Fulham.

Saya memesan pad thai pedas khas Thailand, lalu menyeimbangkannya dengan burger dan bir dingin. Rasanya seperti simbol dari suasana Mullis sendiri: perpaduan rasa lokal dan internasional yang mewakili keberagaman para pengunjungnya.

Pertandingan pertama berlangsung menegangkan. Fulham sempat mencetak gol, namun dianulir setelah VAR turun tangan.

Suara protes, tawa, dan seruan kecewa bercampur jadi satu. Tak lama kemudian, justru Chelsea yang mendapat keuntungan.

Wasit menunjuk titik putih setelah handball di area kotak penalti, dan Enzo Fernández maju sebagai eksekutor. Dengan tenang ia menaklukkan kiper Fulham, membuat skor berubah 1–0. Bar seketika bergemuruh.

BACA JUGA:Real Betis Siap Permanenkan Antony, Manchester United Dapat Jatah Cuan


Sport Bar ramai pengunjung.--

Babak kedua baru berjalan beberapa menit ketika Chelsea kembali menambah gol. Kali ini giliran Joao Pedro yang menanduk bola hasil sepak pojok Enzo Fernández.

Gol itu mengunci kemenangan Chelsea menjadi 2–0. Di dalam Mullis, suasana pecah dua kali lipat: ada yang bersorak bahagia, ada pula yang hanya bisa menggeleng sambil tertawa getir. Namun yang jelas, semua larut dalam euforia.

Di sela sorakan saya sempat berbincang dengan Dirk, seorang ekspatriat asal Jerman yang baru pertama kali datang ke Bangkok. Ia memilih sport bar sebagai pengalaman perdananya menonton bola di luar negeri.

Sumber: