Hari Pertama Kerja Usai Retret, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun Benahi Keramik 0 Km

Hari Pertama Kerja Usai Retret, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun Benahi Keramik 0 Km

Wali Kota Madiun, Maidi didampingi Wakil Wali Kota, F Bagus Panuntun saat meninjau kawasan Tugu 0 Kilometer Kota Madiun,--

MADIUN, MEMORANDUM.CO.ID - Hari pertama bekerja usai menjalani retret, Wali Kota Madiun, Maidi didampingi Wakil Wali Kota, F Bagus Panuntun langsung tancap gas. Kepala daerah ini terjun ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat. Salah satunya, di kawasan Tugu 0 Kilometer Kota Madiun.

“Kita tunjukkan bahwa bulan Ramadhan bukan menjadi penghalang untuk menangani keluhan masyarakat. Ini baru namanya tancap gas,” ujar Maidi, Sabtu 1 Maret 2025.

BACA JUGA:Perumda Tirta Taman Sari Kenalkan AMDK, Wali Kota Maidi: Ubur-ubur Ikan Lele, Wong Madiun Ngombe Ngrowo Ae le


--

Maidi tak menampik jika terdapat beberapa keluhan masyarakat di area tersebut. Terutama, jalan di lokasi itu licin. Baik saat hujan maupun setelah hujan. Sehingga, saat ini keramik-keramik yang menghiasi Tugu 0 Kilometer di model sedikit kasar. Tujuannya, agar mengurangi potensi roda tergelincir saat melewati jalan tersebut.

“Kami juga berikan rambu-rambu untuk mengingatkan agar pengguna jalan lebih hati-hati ketika melintas,” katanya.

BACA JUGA:Tolak Karangan Bunga dan Minta Diberi Pohon Berbuah, Maidi : Saya Ingin Kota Madiun Jadi Kota Sejuta Buah

Tak hanya itu, Maidi juga melakukan sejumlah evaluasi di kawasan tersebut. Yakni, merapikan pohon, pembenahan lampu hias dan lampu jalan, serta pembongkaran taman di tengah Jalan Pahlawan menuju Jalan Cokroaminoto. Sebab, dinilai mengganggu penglihatan pengendara terhadap traffic light.

“Semuanya saya bongkar, saya ganti yang bagus. Sehingga, ketika pengendara berhenti lampu merah, mereka bisa menikmati keindahan taman,” terangnya.

BACA JUGA:Pemerintahan Maidi-Panuntun Komitmen Sukseskan Program Presiden Prabowo Subianto

Kemudian, tambah Maidi, dirinya coba mengikuti standar Internasional terkait zebra cross. Yaitu , dengan memperendah trotoar yang menyambung dengan zebra cross. Sehingga lebih ramah bagi pengguna jalan kategori khusus. Meliputi, lansia dan difabel.

“Ini (trotoar,red) tidak boleh tinggi-tinggi. Supaya, lansia bisa menikmati, difabel bisa menikmati, bahkan orang sehat juga,” pungkasnya.(aji/adi)

Sumber: