Kombespol Raden Bagoes Wibisono, Polisi dan Kolektor 500 Keris Pusaka

Kombespol Raden Bagoes Wibisono, Polisi dan Kolektor 500 Keris Pusaka

Dirressiber Polda Jatim Kombespol Raden Bagoes Wibisono Handoyo--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Dirressiber Polda Jatim Kombespol Raden Bagoes Wibisono Handoyo memiliki hobi unik. Tak seperti laiknya polisi lain, perwira dengan tiga melati emas di pundak itu hobi mengoleksi keris. Jumlah kerisnya pun tak tanggung-tanggung. Ada 500 buah.

Semua keris itu, oleh Bagoes disimpan rapi di rumahnya di Jakarta. Namun, ada pula, beberapa keris yang dipampang rapi di ruangan kerjanya. Keris-keris koleksinya itu, merupakan peninggalan dari kedua orang tuanya. Ada juga yang diberi orang.

"Saya sendiri tidak tahu dari mana sampai ada ratusan keris. Yang saya tahu, banyak dari orang tua saya. Ada juga yang beli dan diberi teman-teman saya," kata Bagoes.

BACA JUGA:Ratusan Massa Gelar Unjuk Rasa di Depan Polda Jatim, Ini Tuntutannya

Bagoes merawat keris-keris koleksinya itu, dibantu oleh seseorang pesuruhnya. "Saat saya lagi di rumah ya saya rawat sendiri. Paling ngasih minyak agar tidak berkarat. Kalau lagi sibuk, ada yang merawat. Yang berkarat kita kasih minyak," ujar dia.

Bagoes menyebut, keris adalah warisan keramat yang harus dijaga keberadaan dan kelestariannya sebagai penghormatan ke para leluhur. Ia menyebut keris itu sudah turun-temurun di keluarga besarnya.

Dulu, orang tuanya, mendapatkannya dari sang kakek. Ia mengungkapkan, keris tidak bisa dipisahkan dari dua sudut pandang. Yakni, eksoteris dan esoteris. "Eksoteris berbicara tentang fisik, sedangkan esoteris misteri atau energi yang terkandung di dalam keris itu sendiri," ucap dia.

BACA JUGA:Rekam Jejak Irjen Pol Mohammad Iqbal yang Masuk Bursa Kapolda Jatim

Menurut dia, alasannya mengoleksi keris cenderung ke sisi eksoteris. Bagoes merasa jatuh hati pada pamornya. Ia takjub dengan leluhur. Di era yang dinilai masih cukup terbatas, mereka bisa membuat keris yang dianggap sarat akan teknologi.

Disinggung soal koleksi yang paling kuno, ia menyebut ada dua yakni Nogososro dan Nogosapto. "Keris paling kuno estimasinya dibuat di era Kerajaan Singosari. Diperkirakan abad ke-9," tutup dia.(fdn)

Sumber: