Tembok Kanal di Taman Ekspresi Nyaris Ambrol, Wewenang Perbaikan Ada pada BBWS Brantas

Tembok Kanal di Taman Ekspresi Nyaris Ambrol, Wewenang Perbaikan Ada pada BBWS Brantas

Kerusakan tembok kanal terjadi di Taman Ekpresi Jalan Genteng Kali. -Oskario Udayana-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Tembok kanal di Taman Ekspresi, Jalan Genteng Kali, Surabaya, dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan kondisi miring dan retakan besar yang mengancam keselamatan pengunjung. Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan tersebut bahkan nyaris menyebabkan tembok ambrol ke Sungai Kalimas.

BACA JUGA:Kondisi Atap TK Eka Darma yang Rawan Ambrol, Kadisdik Surabaya Sarankan Penutupan Dua Kelas

Windo Gusman Prasetyo, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa perbaikan tembok kanal tersebut menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

"Kewenangan perbaikan tembok kanal ini ada pada BBWS Brantas," tegas Windo, Kamis 23 Januari 2025.

Mantan kontraktor, Hari, menyebutkan beberapa dugaan penyebab kerusakan tembok kanal berdasarkan pengamatannya Erosi dan Pengikisan Tanah, Air kanal yang keruh dengan endapan menunjukkan potensi erosi tanah di bawah tembok. Hal ini melemahkan fondasi secara bertahap hingga menyebabkan retakan besar.

"Jika tanah di bawah tembok tidak stabil, tembok akan kehilangan penyangga dan akhirnya retak atau ambrol," jelas Hari.

BACA JUGA:Hujan Disertai Angin Kencang, 17 Atap Rumah Ambrol, 5 Pohon dan 1 Tiang Listrik Roboh

Retakan kecil yang tidak diperbaiki dapat berkembang menjadi kerusakan struktural serius. Kurangnya perawatan rutin mempercepat kerusakan tembok kanal.

"Kondisi ini mengindikasikan perawatan berkala yang kurang optimal," tambahnya.

Kemungkinan adanya beban tambahan, seperti struktur di atas tembok (misalnya patung naga) atau tekanan tanah yang tinggi, turut menjadi penyebab. Beban berlebih dapat mempercepat kerusakan.

Getaran dari lalu lintas kendaraan atau aktivitas konstruksi di sekitar lokasi juga bisa melemahkan struktur tembok, terutama jika fondasi tidak cukup kuat.

Kerusakan tembok kanal ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi bahayanya terhadap keselamatan pengunjung yang sering beraktivitas di area Taman Ekspresi. Warga sekitar juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi area tersebut.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, faktor usia bangunan dan kurangnya perawatan menjadi dugaan utama. Pemerintah Kota Surabaya dan BBWS Brantas diharapkan segera mengambil langkah perbaikan sebelum terjadi insiden yang lebih parah. (rio)

Sumber: