Perangi Hama Durian, Pemkab Pasuruan Gandeng BRIN

Perangi Hama Durian, Pemkab Pasuruan Gandeng BRIN

Durian Kasmin khas Desa Kronto, Kabupaten Pasuruan.-Muhamad Hidayat-

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk mengatasi serangan hama ulat buah pada kebun durian rakyat guna menjaga kualitas durian lokal unggulan, Kamis 22 Januari 2026.

BACA JUGA:Peringati Hari Pahlawan, Wali Kota Wahyu Tanam 1.000 Pohon Durian di Wonokoyo

Kerja sama tersebut difokuskan pada penyelamatan kualitas durian lokal, khususnya varietas unggulan seperti Durian Kasmin, agar tetap memiliki nilai jual tinggi tanpa cacat fisik.


Mini Kidi--

Uji coba teknologi pengendalian hama saat ini dilakukan di Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, yang dikenal sebagai salah satu sentra durian terbesar di Kabupaten Pasuruan.

Riset ini menggunakan pendekatan fenologi dan bioekologi dengan mempelajari siklus hidup tanaman serta perilaku hama guna menciptakan sistem perlindungan yang efektif dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:Luar Biasa, Pemkot Madiun Raih Penghargaan BRIDA Optimal 2025 dari BRIN

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ririn Khuswati, menjelaskan riset tersebut bertujuan menekan angka serangan hama dan penyakit secara signifikan.

“Kami ingin petani tidak lagi hanya mengandalkan cara lama yang kurang efektif. Harapannya, hasil riset ini dapat diadopsi seluruh petani durian di Pasuruan,” ujarnya.

Upaya pengendalian hama ini melibatkan sedikitnya 73 kelompok tani bersama Perhimpunan Periset Indonesia. Para petani diberikan edukasi berkelanjutan agar mampu mengelola kebun berbasis sains.

Selain hama, tingginya curah hujan juga menjadi tantangan karena dapat memengaruhi cita rasa durian. Melalui kolaborasi dengan BRIN, tim ahli merumuskan pola pemupukan yang tepat agar kualitas rasa durian tetap terjaga meski cuaca ekstrem.

Langkah tersebut diterapkan di enam kecamatan sentra durian sebagai bagian dari upaya peningkatan standar kualitas durian lokal agar mampu bersaing hingga pasar ekspor.

“Penanganan dilakukan melalui pengelolaan hama berkelanjutan. Jika buahnya bagus dan mulus, ekonomi petani di lereng pegunungan akan ikut terangkat,” pungkas Ririn. (kd/mh)

Sumber: