Bulog Pastikan Siap Serap Gabah, Imbau Petani Tulungagung Tak Tertipu Harga Murah

Bulog Pastikan Siap Serap Gabah, Imbau Petani Tulungagung Tak Tertipu Harga Murah

Yonas Haryadi Kurniawan.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.CO.ID - Bulog Cabang TULUNGAGUNG memastikan siap menyerap Gabah Kering Panen (GKP) hasil panen petani, dengan harga sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Cabang Bulog TULUNGAGUNG, Yonas Haryadi Kurniawan.

Yonas mengatakan, pihaknya mendapatkan tugas untuk melakukan penyerapan GKP hasil panen petani dalam kondisi siap angkut. Yakni gabah yang sudah dipanen kemudian ada di dalam karung dan siap diangkut ke dalam truk menuju ke lokasi selanjutnya dengan harga Rp 6.500 perkilogram.

BACA JUGA:Jembatan Junjung Makin Retak, Warga Was-Was, Pemkab Tulungagung Siapkan Solusi Darurat


Mini Kidi--

Hal itu sekaligus menegaskan komitmen Bulog dalam membeli seluruh GKP petani, termasuk petani di wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung, yang membawahi Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek.

Yonas merinci hingga saat ini pihaknya telah menyerap 11.000 ton setara beras dari target 39.400 ton setara beras selama setahun di wilayah kerjanya.

Pada akhir panen raya masa tanam pertama ini, sekitar bulan April - Mei, pihaknya yakin bisa mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan.

BACA JUGA:Butuh Anggaran, Pemkab Tulungagung Dorong Penerapan Kembali Parkir Berlangganan

Kemudian untuk penyerapan gabah di Kabupaten Tulungagung saja, Yonas ditargetkan untuk bisa menyerap 11.698 ton gabah, atau ketika disetarakan menjadi 6.200 ton beras.

Yonas menegaskan, kendati ada target serapan namun bukan berarti ada pembatasan serapan. Sebab pihaknya akan terus melakukan serapan GKP milik petani walaupun target sudah terpenuhi.

"Kendala kita hanya pada mesin pengering yang dimiliki mitra, kapasitasnya sekali pengeringan itu sampai 80 ton, tapi itu juga bukan masalah dan tidak menjadi alasan penyerapan. Kalau untuk anggaran pembelian gabah, kita tidak terbatas," ucapnya.

BACA JUGA:Pemkab Tulungagung Tak Terapkan WFA dan WFH untuk ASN Jelang Mudik Lebaran

Yonas meminta petani untuk bisa memanfaatkan kondisi ini dan tidak mudah percaya dengan oknum yang menyebarkan informasi palsu seputar harga gabah. Seperti alasan gudang Bulog penuh atau kuota penyerapan terbatas. 

“Itu tidak benar. Gudang kami siap dan dari sisi anggaran tidak ada pembatasan. Selama gabah kering panen dan siap diangkut, pasti akan kami serap. Namun kita meminta petani agar bisa berkoordinasi dengan PPL maupun Babinsa dan perangkat desa serta pemerintah daerah sebelum memanen padinya, agar ada informasi dan pemberitahuan supaya kita bisa menjadwalkan penyerapan,” tegasnya.

Sumber: