Begal Makin Cerdik! Waspada Ragam Modus Curanmor Ini
Ilustrasi--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Aksi tipu-gelap dengan modus gendam atau menuduh korbannya menabrak, hingga memukuli keluarga pelaku mulai marak di Kota Pahlawan.
Data yang dihimpun Memorandum, rata-rata korbannya adalah pelajar atau remaja. Ada beberapa kasus yang menonjol di tahun 2025 hingga 2026. Seluruh pelaku hingga kini belum terungkap oleh pihak kepolisian.
BACA JUGA:Lawan Begal Sadis, Pasutri Pedagang Sayur di Pasuruan Terluka Kena Bacok dan Ledakan Bondet

Mini Kidi Wipes.--
Seperti yang dialami HN (17) pelajar asal Jalan Bulak Rukem Timur Gang 1-M, Tambaksari. Dia jadi korban begal dengan modus dituduh pelaku menabrak kerabatnya, Kamis (31/7/2025) sekitar pukul 11:00.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Balai Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Wijaya Kusuma, Genteng, kota setempat, ketika ia hendak berangkat ke sekolahnya di SMK Rajasa.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
HN bercerita, semula ia berangkat bareng RD (17), tetangganya yang juga satu sekolahan dengan dia. Mereka berangkat berboncengan menggunakan motor milik Hafis.
BACA JUGA:Komplotan Begal Bercelurit Rampas Motor Milik Warga Kejayan Pasuruan saat Istirahat
Ketika sudah dekat dengan sekolahan, tepatnya di Jalan Ngemplak, tiba-tiba datanglah dua pelaku mengendarai Honda PCX tanpa plat nomor. Diwaktu yang bersamaan, pelaku menuduh korban telah menabrak adiknya.
"Saya dituduh habis nabrak adiknya, dan kata pelaku si penabrak itu ciri-cirinya kayak saya dan teman saya," katanya, ketika ditemui di SPKT Polsek Genteng Kamis (31/7/2025).
BACA JUGA:Kasus Pelajar Surabaya Dibegal, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV
Hal serupa juga dialami AD (15) asal Jalan Gedang Asin, Tandes. Dia jadi korban gendam pada Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 21.00 di kawasan Jalan Ngemplak, Lakarsantri.
AN salah satu kerabat korban bercerita, saat itu bocah kelas 3 SMP itu berboncengan dengan PT (13), temannya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, menggunakan Honda Beat hitam bernopol L 3014 DAV.
Sumber:






