selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Awas! Kawasan Elit Surabaya Dikepung Pengemis

Awas! Kawasan Elit Surabaya Dikepung Pengemis

Spanduk dari Satpol PP Surabaya yang bertuliskan 'Kampung Bebas Pengamen & Pengemis' terpampang di akses masuk menuju Makam Sunan Ampel--

Pengemis tua itu bernama Paiti. Perempuan berusia 90 tahunan itu merupakan warga Jombang. Saban hari dia stand by di sana. Menunggu belas kasihan dan rasa iba orang mengeluarkan uang koin atau kertas untuk dirinya. Di sini dia tidak punya tempat tinggal tetap. Namun ia tidur di kawasan Darmo Kali.

"Dari Jombang. Di sini tidur di Darmo Kali. Ditolong sama Pak RT. Disini sampai jam 4, terus pulang. Saya gak punya anak, bapak (suami) juga sudah meninggal," jelasnya.

BACA JUGA:Tak Cukup Razia, DPRD Surabaya Minta Pembinaan dan Pengawasan Pengemis Diperkuat

Perempuan yang hanya menggunakan daster ketika ditemui Memorandum itu bercerita, di Jombang sebenarnya dia masih keluarga. Paiti sudah pernah pulang, tapi malah mendapat cacian dan terkesan tidak diterima.

"Saya di sini sendirian. Di Jombang ada dua keluarga. Kalau saya datang itu dimarahi. Disuruh balik ke Surabaya. Dikata-katain, saya diam saja," terangnya.

BACA JUGA:Bolos Sekolah di Warkop, Lima Pelajar Surabaya Dibawa ke Liponsos

Paiti stand by di lokasi itu mulai pukul 07.00. Saban hari dan pulang pukul 16.00. Namun, penghasilannya yang didapat tak pernah banyak. Tidak hanya di bulan Ramadan saja. Tapi, ketika mendekati lebaran kata Paiti banyak yang berbagi. Tidak hanya uang, kadang bingkisan.

"Sepi. Daritadi jam 7 sepi. Saya cuma duduk di sini. Gak pernah jalan-jalan. Puasaan makin sepi. Malam gak pernah keluar. Belum ada (berbagi bingkisan), Biasanya ada, sembako. Iya kalau deket lebaran," pungkasnya.

Sumber: