HPN 2026

Profesor Muslimat NU Ajak Perempuan Bangun Bangsa

Profesor Muslimat NU Ajak Perempuan Bangun Bangsa

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah, tegaskan pentingnya peran profesor Muslimat NU. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Para profesor yang tergabung dalam Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) memperkuat konsolidasi peran intelektual perempuan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). 

Rakornas ini menjadi ruang strategis bagi para akademisi perempuan Muslimat NU dari berbagai daerah untuk menyatukan gagasan, memperkuat jejaring, serta merumuskan kontribusi keilmuan dalam menjawab tantangan zaman. Forum ini juga membahas Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) sebagai fondasi penguatan organisasi.

BACA JUGA:Pengurus Muslimat NU Embong Kaliasin Gelar Wisata Religi


Mini Kidi--

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya peran profesor Muslimat NU dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

"Para profesor Muslimat NU memiliki kapasitas keilmuan yang sangat kuat. Tantangannya adalah bagaimana ilmu tersebut dibumikan, memberi solusi nyata, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat," kata Khofifah, dari keterangan yang diterima Memorandum, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurutnya, kekuatan intelektual para akademisi perempuan NU harus berjalan seiring dengan tradisi kebersamaan dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas organisasi. Melalui dialog yang hangat dan egaliter, gagasan-gagasan strategis diharapkan lahir untuk kepentingan umat dan bangsa.

BACA JUGA:Hadiri Silaturahmi PW Muslimat NU Jawa Timur, Kakanwil BPN Jatim Perkuat Sinergi Sertifikasi Aset Milik Umat

Sementara itu, Asosiasi Profesor Muslimat NU telah resmi dikukuhkan dengan kepemimpinan Prof. Dr. Amany Lubis. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah pengabdian keilmuan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

"Idealnya, ilmu yang tinggi tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir di tengah masyarakat dengan semangat khidmah dan ketulusan," pungkas Khofifah.

Melalui Rakornas ini, para profesor Muslimat NU meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pemikiran yang solutif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa. (Ain)

Sumber:

Berita Terkait