Jelang Ramadan, Harga Sembako di Surabaya Relatif Stabil, Cabai Rawit Melonjak
Pasar murah yang digelar Dinkopumdag Surabaya menjelang Ramadan 2026.-Arif Alfiansyah-
BACA JUGA:Tekan Inflasi Daerah, Disdagrin Jombang Gelar Pasar Murah Maraton di 31 Titik hingga Pelosok Desa
Meski demikian, jenis cabai lain seperti cabai merah keriting dan cabai merah besar justru mengalami penurunan harga. Begitu pula sayur-mayur seperti kol, kentang, dan tomat yang harganya melandai.
BACA JUGA:Pemprov Jatim Gandeng Pemkot Pasuruan Hadirkan Pasar Murah bagi Warga
Untuk memastikan stok aman, Pemkot Surabaya tidak hanya mengandalkan operasi pasar jangka pendek. Strategi Business to Business (B2B) diperkuat. BUMD Pangan Surabaya didorong menjalin kontrak langsung dengan petani di daerah penghasil seperti Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Blitar.
BACA JUGA:Ditreskrimsus Polda Jatim Gelar Pasar Murah di Rungkut, Dua Ton Beras Ludes dalam Satu Jam
”Kerja sama ini penting untuk memangkas rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen tetap terkendali,” imbuhnya.
BACA JUGA:Pasar Murah di Tangkilsari Malang, Warga Serbu Beras dan Tepung
Dinkopumdag juga mewanti-wanti distributor dan ritel modern untuk tidak bermain api. Mia menegaskan akan menindak tegas praktik penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
BACA JUGA:Hanya Bayar Rp 100 Ribu, Warga Malang Bawa Pulang Sembako Senilai Rp 200 Ribu di Pasar Murah Pemkot
”Stok di Surabaya mencukupi. Kami harap masyarakat tidak panic buying dan belanja bijak sesuai kebutuhan. Penimbunan hanya akan memicu kelangkaan dan inflasi,” pungkasnya. (alf)
Sumber:
