Warga Keputih Sukolilo Tolak Keras Pembangunan Jembatan, Tuding Jadi Biang Keladi Banjir

Warga Keputih Sukolilo Tolak Keras Pembangunan Jembatan, Tuding Jadi Biang Keladi Banjir

Lokasi pembangunan jembatan yang akan dijadikan akses perumahan baru. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ketenangan warga di kawasan Keputih, Kecamatan Sukolilo, terusik. Warga yang bermukim di perumahan Sukolilo Dian Regency (SDR) 1 dan sekitarnya menyatakan penolakan keras terhadap proyek pembangunan jembatan akses menuju perumahan baru milik PT Heinrich. 

Proyek ini dituding menjadi biang keladi banjir yang merendam pemukiman warga setelah belasan tahun bebas dari genangan air.

Ketegangan memuncak saat pihak pengembang berupaya melanjutkan pembangunan jembatan meski telah mendapatkan peringatan dari warga dan jajaran kelurahan setempat.

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Prioritaskan Penanganan Banjir Menahun Simo dan Tanjungsari Tahun 2026


Mini Kidi--

Selama lebih dari sepuluh tahun, warga RT 08 dan RT 09 RW 02 Kelurahan Keputih tidak pernah merasakan masuknya air ke dalam hunian mereka. Namun, kondisi berbalik drastis sejak proyek jembatan tersebut dimulai.

"Dampak pembangunan jembatan itu membuat banjir. Padahal sudah lebih dari 10 tahun, bahkan belasan tahun warga tinggal di sini tidak pernah kebanjiran. Tiba-tiba saat hujan deras pada malam pertama tahun baru kemarin, air merendam pemukiman kami," ujar Adri Suyanto, Bendahara RT 08 RW 02 Kelurahan Keputih, kepada Memorandum. 

Luapan air sungai mencapai ketinggian 15 hingga 20 sentimeter, tidak hanya menggenangi jalanan, tetapi juga merembes masuk ke rumah-rumah warga hingga ke area masjid. Penyebabnya karena penutupan atau pembendungan aliran sungai secara total demi kepentingan konstruksi jembatan.

BACA JUGA:Dikepung Banjir Usai Hujan Deras 4 Jam, Kawasan Simo Terendam Setinggi Pinggul

Masalah ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh penghuni perumahan SDR 1. Karena sungai tersebut merupakan satu-satunya jalur pembuangan air utama dari kawasan Keputih menuju laut, dampak pembendungan ini bersifat sistemik.

Beberapa titik yang turut terdampak banjir meliputi Perumahan Sukolilo Dian Regency (SDR) 1 (RT 08 & 09), Keputih Tegal Timur Jaya (RT 04), Perumahan City Home, Perumahan Bumi Marina Mas. 

"Sungai itu satu-satunya jalur pembuangan air warga Keputih sampai ke laut. Kalau ditutup, air mau lari ke mana? Akibatnya perumahan di sekitar SDR seperti City Home dan Bumi Marina Mas juga ikut kebanjiran," tegas Adri.

BACA JUGA:Surabaya Dikepung Banjir, Dukuh Kupang dan Jajar Tunggal Terendam Air

Permasalahan ini berakar pada rencana PT Heinrich yang sedang mengembangkan perumahan. Lokasi lahan perumahan baru ini terkepung oleh pemukiman yang sudah ada, yakni SDR di utara, Grand Eastern dan Taman Timur di barat, serta kawasan tambak di sisi timur.

Sumber:

Berita Terkait