Ketika Paru-Paru Bumi Mulai Sesak
Ilustrasi krisis ekologis di Semeru dan Tengger.--
Maka, sudah saatnya kita berhenti bersandiwara di atas abu bencana. Hukum harus berani menatap tajam tanpa pandang bulu untuk menyeret siapa pun yang bermain api. Politik anggaran wajib bergeser dari sekadar sibuk memadamkan kebakaran menuju pemulihan ekosistem jangka panjang, dan warga lokal harus diletakkan sebagai penjaga utama di rumah mereka sendiri.

Gempur Rokok Illegal--
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Akibatkan Monyet Liar Kelaparan, Warga Tengger Pasuruan Beri Makan
Sebab, republik ini tidak sedang diuji oleh amuk alam, melainkan oleh kejujuran nuraninya. Bumi bukan sekadar properti korporasi yang bisa diperas hingga kering, melainkan tempat suci kita menitipkan masa depan anak-cucu.
Catatan Akhir Pekan KH A Nawawi Maksum, Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Bondowoso
Sumber:







