Karhutla Kembali Melanda TNBTS Tosari Pasuruan, Api Merembet ke Bukit Kingkong
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan,--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kecamatan Tosari, Kabupaten PASURUAN, hingga api merembet dari Bukit Cinta menuju Bukit Kingkong, Jumat 28 Agustus 2026.
Kobaran api pertama kali terpantau sekitar pukul 01.36 WIB di sekitar Bukit Cinta dan membesar dengan cepat akibat tiupan angin kencang serta kondisi vegetasi yang mulai mengering.
Berdasarkan laporan di lapangan, titik api terpantau berada di kawasan Bukit Cinta dan terus bergerak mengarah ke area Bukit Kingkong. Selain itu, kobaran api juga dilaporkan mendekati jalur akses jalan menuju kawasan Penanjakan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menyatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi darurat dari pihak Perhutani dan TNBTS.
BACA JUGA:Karhutla Gunung Bromo Meluas ke Penanjakan dan Pakisbincil Pasuruan

Mini kidi--
“Kami menerima berita dari pihak Perhutani maupun dari TNBTS bahwa sekira pukul 01.00 WIB, di sekitar Bukit Cinta ini mengalami kebakaran. Saat ini saya sudah berada di lokasi,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi di lapangan.
Ia menjelaskan proses pemadaman menghadapi tantangan berat akibat faktor cuaca dan kondisi alam.
“Saat ini api sedang membesar karena disebabkan oleh angin yang cukup besar dan juga vegetasi di sekitar lokasi yang mulai mengering,” imbuhnya.
Guna mengantisipasi eskalasi kebakaran yang lebih luas, BPBD Kabupaten Pasuruan langsung menyiagakan personel gabungan.
BACA JUGA:Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Dingklik Bromo Pasuruan

Gempur Rokok Illegal--
Penanganan darurat tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasuruan untuk melakukan penyisiran dan pemadaman langsung di titik-titik krusial.
Sugeng menduga kemunculan api tersebut berasal dari titik api baru, mengingat beberapa bagian wilayah tersebut sempat mengalami insiden serupa pada waktu sebelumnya.
Sumber:








