Cinta Segitiga (1): Cinta Lama, Luka yang Sama
-Ilustrasi-
Firman langsung menjawab.
"Ini lagi ngomongin cewek."
BACA JUGA:Rumput Tetangga Lebih Hijau (3): Cinta yang Singgah pada Sukses yang Dibangun
Risa langsung tertawa.
"Ya ampun, hidup kalian isinya cewek terus."
Gaga ikut tertawa kecil.
"Makanya, Ris. Temenan sama Firman jangan terlalu dekat. Nanti kamu masuk daftar berikutnya."
Firman langsung melempar bungkus sedotan ke arah Gaga.
"Enak aja lo!"
Risa tertawa semakin keras.
Namun, di balik candaan tersebut, Gaga sebenarnya merasa sedikit cemburu. Sebab hampir setiap kali mereka berkumpul, Firman selalu punya cara untuk mendapatkan perhatian Risa. Bahkan, ketika Risa sedang bercerita, Firman bisa dengan mudah membuat perempuan itu tertawa.
Gaga berbeda. Ia lebih sering menjadi pendengar. Ia mengingat hal-hal kecil tentang Risa, mulai dari makanan kesukaannya, kebiasaannya datang terlambat, sampai minuman yang selalu dibelinya di kantin.
Suatu hari, ketika Risa tidak masuk sekolah karena sakit, Gaga menjadi orang pertama yang bertanya kepada teman-temannya tentang keadaan Risa.
"Risa kenapa?"
"Kata ibunya sakit."
Sumber:








