Pengakuan yang Datang Terlambat: Ternyata Dia Ayahku (3)

Pengakuan yang Datang Terlambat: Ternyata Dia Ayahku (3)

-Ilustrasi-

Nama akhirnya ditulis, tetapi kehadiran harus terus dipilih. Dan bagi anak itu, pengakuan bukan garis akhir melainkan awal untuk melihat apakah kata-kata orang dewasa benar-benar sejalan dengan langkahnya.

Karena pengakuan yang datang terlambat tidak pernah benar-benar menutup luka. 

Ia hanya memberi kesempatan terakhir: untuk hadir, bertanggung jawab, dan membuktikan bahwa keterlambatan tidak selalu berarti sia-sia asal tidak diulang dengan cara yang sama.

Sumber: