Kisah Inspiratif! Dari Jualan Gorengan, Seger Sutrisno Menembus Tim Inti Persebaya

Kisah Inspiratif! Dari Jualan Gorengan, Seger Sutrisno Menembus Tim Inti Persebaya

Mantan pemain Persebaya Seger Sutrisno dan host Memorandum TV Eko Yudiono.-Devina Editor.-

MEMORANDUM, SURABAYA-Seger Sutrisno mantan gelandang Persebaya menyebut, bermain untuk Green Force tidak gampang. Sebab, dari 30 klub anggota Persebaya disaring hanya beberapa pemain saja.

Meski bakatnya sempat tidak terpantau, namun Seger akhirnya berhasil menembus skuad utama. Ia pun akhirnya mencicipi gelar juara bersama Persebaya musim 1987-1988.

Selengkapnya bisa disaksikan di podcast Memorandum TV bersama host Eko Yudiono yang akan tayang di Channel YouTube, Selasa 6 Mei 2024 mulai pukul 16.00. Seger kemudian mengawali kisahnya.

BACA JUGA:2 Kecamatan di Madiun Diproyeksikan Jadi Zona Industri

“Waktu pertama memakai jersey Persebaya rasanya merinding. Sebab waktu itu saya termasuk pemain paling muda yaitu 17 tahun,” ungkap Seger. Tapi, perjalanan Seger masuk skuad inti Persebaya tidak mudah. Sebab, kala itu banyak gelandang-gelandang senior seperti Nuryono Hariadi dan Budi Johanes.

“Bahkan, semusim saya tidak pernah turun ke lapangan meski masuk dalam cadangan,” kenang pria pensiunan PDAM Surabaya ini.

BACA JUGA:Bupati dan Wakil Bupati Aktif Berebut Mendaftar Bacakada di DPD NasDem Lamongan

Tapi, Seger tidak putus asa. Ia kemudian mengambil latihan sendiri setelah latihan resmi. Ketika ia turun ke lapangan sendirian, Seger langsung digojloki rekan-rekannya. “Teman-teman berteriak,” mau kemana,”. Tapi saya tidak down. Kalau mental saya down pasti saya tidak akan jadi pemain,” bebernya. Karena itu ia wanti-wanti agar pemain muda tidak cepat patah semangat.

Pada suatu ketika, ketika Persebaya melawan Perseman Manokwari, Seger akhirnya menunjukkan skill terbaiknya sebagai gelandang serang. “Stadion Tambaksari menurut Seger saat itu luar biasa. Setiap saya masuk stadion istilahnya horeg (bergetar),” ungkapnya. Sejak saat itulah, Seger akhirnya selalu terpilih masuk starting eleven.

BACA JUGA:Musim Ini Prestasi Manchester United dan Persebaya Sama-Sama Jeblok, Bagaimana Musim Depan?

Bahkan, Seger juga punya kenangan ketika bermain melawan PSIS Semarang. Kata Seger penonton full hingga sentleban. “Kebetulan saya juga mencetak gol ketika itu. Jadi rasanya tidak terbayangkan. Saya sampai bingung selebrasi,” bebernya. 

Pada 1991, bersama Ibnu Grahan, Yusuf Ekodono dan Mahrus Afief, Seger mengangkat trofi juara Piala Utama. Saat itu menurut Seger, manajernya adalah Dahlan Iskan yang juga Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di bagian lain, Seger Sutrisno memberikan apresiasi kepada almarhum pelatih Persebaya, Rusdy Bahalwan yang merupakan panutan bagi dia.

“Pak Rusdy itu pelatih luar biasa. Beliau kalau melihat pemain dari ujung rambut sampai ujung kaki langsung tahu kelebihan dan kekurangan pemain. Karena itu, beberapa filosofi pak Rusdy saya pakai,” ungkapnya.

Sumber: