Ada Makam Keramat, Ketupatan di Pantai Ponjuk Padike Dikeluhkan Masyarakat

Ada Makam Keramat, Ketupatan di Pantai Ponjuk Padike Dikeluhkan Masyarakat

Suasana masyarakat liburan di Pantai Ponjuk Padike Talango, Sumenep.-Biro Madura-

SUMENEP, MEMORANDUM - Kegiatan liburan "Ketupatan" di Pantai Ponjuk, Desa Padike, Kabupaten Sumenep dikeluhkan Aliansi Masyarakat Padike (AMP), dan sejumlah masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Simak Jadwal Lengkap Tahapan Seleksi Penerimaan Calon Anggota Polri 2024 Berikut Ini 

Fahrur Razi, anggota AMP mengatakan, Pantai Ponjuk terdapat asta atau makam yang dikeramatkan masyarakat. Jika ingin melakukan kegiatan, termasuk kegiatan liburan ketupatan, penyelenggara seharusnya mempertimbangkan norma dan etika yang tidak patut dilakukan.

BACA JUGA:Penerimaan Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri 2024 : Berikut Syarat dan Jadwal Pendaftaran

"Di Pantai Ponjuk itu ada makam yang dikeramatkan masyarakat, jadi sebaiknya norma dan etika harus di kedepankan," katanya, Rabu, 17 April 2024.

BACA JUGA:Pendaftaran Akpol 2024 Dibuka! Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya 

Lebih lanjut, Razi menuturkan, guna mengetahui norma dan etika tersebut, jauh sebelumnya penyelenggara sebaiknya musyawarah dengan tokoh di lingkungan sekitar, agar bisa memberikan pendapatnya, norma dan etika apa saja yang harus diperhatikan jika ingin mengadakan kegiatan di Pantai Ponjuk, karena tempat tersebut terdapat asta atau makam yang dikeramatkan masyarakat.

BACA JUGA:Pemkab Sumenep Dukung Festival Kesenian Tradisi Islam Nusantara 

"Saya dengar informasi dari sejumlah masyarakat sekitar, katanya penyelenggara sama sekali tidak duduk bersama untuk melakukan musyawarah bersama masyarakat, nah, hal itu yang kami sayangkan tidak dilakukan oleh penyelenggara," tuturnya.

BACA JUGA:Kades Jangkong-Legung Barat Apresiasi Pemkab Sumenep yang Sigap Perbaiki Jalan Rusak 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disbudporapar Sumenep Moh Iksan, mengatakan, segala bentuk pengelolaan tempat wisata, termasuk kegiatan, sebaiknya memang harus melibatkan seluruh unsur, agar segala bentuk apapun dalam pengelolaan sebuah wisata dapat menghasilkan kesepakatan bersama.

BACA JUGA:Pemkab Sumenep Apresiasi Prestasi Polsek Kangayan

"Sebaiknya memang tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh remaja, dan sejumlah tokoh lainnya harus dilibatkan, salah satunya dengan musyawarah," ucapnya.

BACA JUGA:Warga Matanair Ruqyah Pemkab Sumenep 

Selanjutnya, Disbudporapar akan koordinasikan hal tersebut dengan pemerintah di atasnya, dalam hal ini, Camat Talango, dan pemerinah desa setempat, untuk memberikan arahan agar duduk bersama dengan sejumlah unsur terkait di lingkungan sekitar Pantai Ponjuk.

BACA JUGA:Pemkab Sumenep Raih Dua Penghargaan dari BPKP 

"Akan kami koordinasikan dengan pak camat, dan desa setempat, agar sebaiknya duduk bersama dengan seluruh unsur di lingkungan sekitar Pantai Ponjuk, sebab jika tidak dipahami bersama, sapta pesona tidak bisa diterapkan dengan baik," imbuhnya. (*)

Sumber: