Posko Hidrometeorologi Berakhir Malam Ini, BPBD Jatim Catat Ada 25 Kejadian

Posko Hidrometeorologi Berakhir Malam Ini, BPBD Jatim Catat Ada 25 Kejadian

Posko Siaga Hidrometeorologi yang didirikan BPBD Jatim selama arus mudik dan balik Lebaran. -Tri Haryoko-

SURABAYA, MEMORANDUM - Setelah beroperasi selama 14 hari sejak H-7 Lebaran atau tanggal 3 April 2024, Posko Siaga Hidrometeorologi untuk musim lebaran yang didirikan BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten/Kota ini akan berakhir, hari ini, Selasa, 16 April 2024, pukul 24.00 WIB.

BACA JUGA:Penerimaan Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri 2024 : Berikut Syarat dan Jadwal Pendaftaran 

Dari catatan laporan kejadian posko yang tersebar di lima daerah ini, tidak ada kejadian bencana yang menonjol pada musim lebaran tahun ini. Kecuali, kejadian banjir, angin kencang, dan tanah longsor dengan skala kecil dan sedang.

BACA JUGA:Pendaftaran Akpol 2024 Dibuka! Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Adapun sebaran lokasi posko ini berada di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Kantor BPBD Kabupaten Malang, perempatan lampu merah Suramadu Kabupaten Bangkalan, Kebun Refugia Plaosan Magetan, dan di Pantai Telengria Kabupaten Pacitan.

BACA JUGA:BPBD Jatim Catat 16 Kali Gempa Susulan 

"Untuk posko induknya tetap berada di Posko Command Center TRC Kantor BPBD Jatim," ujar Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Selasa, 16 April 2024.

BACA JUGA:Minimalisir Risiko Bencana, BPBD Jatim Bentuk Destana di Kabupaten Madiun 

Kalaksa Gatot Soebroto mengungkapkan, selama musim lebaran tahun ini, kejadian yang cukup menonjol adalah banjir di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan pada Selasa, 9 April 2024 yang sempat memutus jalur utama Banyuwangi-Surabaya.

BACA JUGA:Minimalisir Risiko Bencana, BPBD Jatim Bentuk Destana di Gresik 

Akibat kejadian ini, terjadi kemacetan panjang di jalur nasional yang terdampak banjir dan juga mengakibatkan dua orang meninggal, yakni, seorang warga dewasa yang tersengat listrik dan seorang balita 2 tahun tenggelam terbawa banjir.

BACA JUGA:BPBD Jatim Kirim Pompa Air ke Lokasi Banjir Sidoarjo 

Pada saat kejadian, Tim TRC BPBD Jatim juga bergerak cepat membantu proses evakuasi warga terdampak dengan perahu karet dan menyerahkan sejumlah bantuan, seperti, makanan siap saji dan air mineral.

BACA JUGA:Tangani Potensi Bencana Alam, BPBD Jatim Belajar dari Negeri Sakura

Secara umum, berdasar data Pusdalops PB BPBD Jatim, jumlah kejadian selama kurun 14 hari ini sebanyak 25 kejadian, yang didominasi banjir dengan jumlah 14 kejadian, tanah longsor 6 kejadian dan angin kencang 5 kejadian.

BACA JUGA:BPBD Jatim Terima Penghargaan dari SPS Unair 

Secara khusus, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kerja Tim Gabungan BPBD Jatim, BPBD Kabupaten/Kota, TNI, Polri dan para relawan dalam kegiatan Posko Siaga Hidrometeorologi tahun ini.

BACA JUGA:BPBD Jatim Bongkar Peta Permasalahan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana 

Namun ia tetap mengingatkan, bahwa musim pancaroba, peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau masih berlanjut hingga Bulan April ini. Sepanjang musim ini, potensi cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpeluang akan terjadi.

BACA JUGA:BPBD Jatim Kawal Kesehatan Jemaah Haji Agar Bebas Covid-19 

Karenanya, ia tetap mengimbau segenap warga Jawa Timur untuk waspada dan berhati-hati, utamanya bagi yang akan menjalani balik mudik lebaran.

BACA JUGA:BPBD Jatim Cegah Penyebaran PMK Ternak Meluas di Enam Daerah 

"Jangan lupa, pantau informasi tentang cuaca, baik yang disampaikan BMKG atau yang kita sampaikan melalui media sosial atau lewat informasi lainnya," pesan Kalaksa Gatot Soebroto memungkasi. (*)

Sumber: