Pemilik Travel Umrah Haji MII Ditangkap Polda Metro Jaya, Sudah Setahun Lebih Tidak Buka

Pemilik Travel Umrah Haji MII Ditangkap Polda Metro Jaya, Sudah Setahun Lebih Tidak Buka

Kantor Travel Haji Umrah MII yang sudah tidak aktivitas sejak setahun lebih.-Farid Al Jufri-

SURABAYA, MEMORANDUM - Polda Metro Jaya menangkap pemilik biro Travel Haji Umrah Musafir Internasional Indonesia (MII), Surabaya berinidial SJA di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 13 Maret lalu.

Dari pantau memorandum di lokasi biro Travel Haji Umrah MII di Jalan Arief Rahman Hakim no 49, Klampis Ngasem, Sukolilo terlihat tidak ada aktifitas yang terjadi. Terlihat, kantor Travel tersebut tidak ada aktivitas yang cukup lama.

Hal itu terlihat dari depan ada pagar besi yang menutup serta di tempat parkir depan kantor terlihat kotor dan ditumbuhi rerumputan.

Menurut Sudiarto, penjual nasi di samping kantor Travel Haji Umrah MII, kantor tersebut baru buka sekitar setahunan antara 2022 atau 2023. Dan buka sekitar 4 bulanan.

BACA JUGA:Polda Jatim dan Polresta Malang Kota Juga Terima Laporan Korban Haji Furoda Travel MII Surabaya

"Dibuka antara 2022-2023, hanya buka kurang lebih 4 bulan terus tutup," kata Sudiarto, Rabu 27 Maret 2024.

Diketahui bahwa pemilik biro haji umrah menyewa ruko tersebut. Ia mendapatkan kabar bahwa pemilik ruko bahwa SJA diperiksa dan ditangkap Polda.

"Kemarin pemilik ruko datang dan mengasih kabar kalau yang sewa rukonya diperiksa polisi dan katanya sudah ditahan. Pemilik juga tertipu karena menyewa beberapa tahun tapi cuma dibayar setahun," bebernya.

Hal senada juga diucapkan Asnawi, yang bekerja sebagai pengepul barang bekas di samping travel. Bahwa sudah lama kantor tersebut tutup sekitar satu tahunan.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Direktur Travel di Surabaya Terkait Penipuan Haji Furoda

"Sekitar setahun sudah tutup dan dapat kabar juga kalau pemilik biro haji umrah ditahan polda," kata Asnawi.

Ia mengaku bahwa sempat didatangi orang untuk menanyakan aktivitas kantor tersebut. Ia pun menjelaskan semua yang diketahuinya.

"Ada seorang dari Malang tanya intinya mas ini (kantor MII) bukannya kapan? Dan saya jawab tidak pernah buka pak, kemudian saya tanya balik kenapa? Itu mas, saya kan waktunya pemberangkatan tapi kok belum ada informasi dan panggilan dari pihak travel. Saya orang Malang dan daftar bertiga," jawab Asnawi sambil menirukan ucapan korban.

Selanjutnya ia pun pernah didatangi seseorang dan menanyakan hal yang sama. Ia mencurigai bahwa yang datang adalah polisi.

"Terus ada juga yang datang tanya terkait kantor ini. Dari perawakannya seperti polisi kemungkinan orang kemarin lapor ke polisi dan polisi ngecek di lokasi," ungkapnya.(rid)

Sumber: