34,08% Penduduk Jatim Telah Vaksinasi Covid-19

34,08% Penduduk Jatim Telah Vaksinasi Covid-19

Surabaya, Memorandum.co.id - Data Kementerian Keseharan melalui laman vaksin.kemkes.go.id, Rabu (8/9/2021), Pukul 12.00 menyebutkan, sebanyak 34,08% atau 10.845.331 penduduk Jatim telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Sementara yang telah menjalani vaksinasi dosis kedua sebanyak 19.09% atau 6.074.289 jiwa. Sasaran vaksinasi sendiri bagi penduduk Jatim sebanyak 31.826.206 jiwa. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terus menggencarkan vaksinasi Covid 19 dengan menyasar beragam lapisan masyarakat. Salah satunya prioritas diantaranya bagi kalangan dunia pendidikan sebagai kesiapan pertemuan tatap muka (PTM). Pemprov Jatim terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Jatim. Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan (nakes), serta seluruh elemen masyarakat untuk menekan persebaran Covid-19. Gubernur Khofifah meminta semua pihak dapat mempertahankan capaian posisi zonasi level daerah, maupun unsur-unsur lainnya. Selain itu, seluruh elemen masyarakat diminta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimanapun berada. Sehingga, kedepan Covid-19 makin terkendali dan terus melandai. "Kembali saya mohon kepada semua pihak dan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi, tracing dan testingnya juga terus kita tingkatkan," ujar Gubernur Khofifah, Rabu (8/9/21). Data update situasi Jatim periode, 07 September 2021 menyebutkan terdapat penambahan kasus positif baru 675 sehingga total kasus positif menjadi 388.052.Untuk konfirmasi kesembuhan terdapat penambahan 996 sehingga total pasien sembuh 352.234. Sedangkan pasien yang dirawat berkurang 400 sehingga total pasien yang masih menjalani perawatan 6.955 dan untuk pasien meninggal terdapat penambahan 79 sehingga total kasus kematian sebanyak 28.863. Sementara untuk sebaran penambahan kasus positif baru pada kabupaten/kota diantaranya, Kota Surabaya terdapat penambahan temuan kasus positif sebanyak 51 kasus. Disusul Kabupaten Blitar 47 kasus, Kabupaten Malang 46 kasus, Kabupaten Nganjuk 40 kasus, Kabupaten Ponorogo 37 kasus, Kota Malang 35 kasus, Kabupaten Madiun 31 kasus, Kabupaten Magetan 30 kasus, dan Kabupaten Kediri 25 kasus. (Mg6)

Sumber: