Saat Flu Menyerang
Ilustrasi--
Flu datang lagi. Kali ini melalui virus flu A, yang menyebabkan gejala demam mendadak, nyeri otot dan persendian, batuk kering, tenggorokan sakit, hidung berair, rasa lelah yang sangat, energi hilang, sakit kepala, mual, muntah, diare.
Jadi ketika serangan flu itu datang, tubuh membutuhkan cairan dan ekstra energi untuk menghadapinya. Cairan perlu untuk menggantikan kehilangan akibat demam dan berkeringat. Air putih tetap menjadi pilihan utama.
BACA JUGA:Influenza pada Anak Melonjak, DPRD Surabaya Minta Dinkes Perketat Pemantauan
Sumber utama bahan baku untuk energi pasti datang dari asupan sehari-hari, terutama dari karbohidrat, protein, lemak. Harus diupayakan, terutama bagi penderita yang kehilangan nafsu makan.
Jangan tidak mengonsumsi karbohidrat ketika sedang flu. Strategi perlu diterapkan, misalnya dengan memasak makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, atau makanan berkuah, seperti sup.
BACA JUGA:Dinkes Pasuruan Waspadai Influenza A, Masyarakat Diminta Perkuat Pencegahan
Protein diperlukan untuk mempertahankan kesehatan jaringan dan berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem imun. Yang paling mudah adalah dari sebutir telur rebus saat sarapan, daging atau ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan untuk makan siang, segelas susu yang diminum pada sore hari.
Jangan lupa, kebutuhan pasti ditentukan kondisi tiap orang, termasuk usia, dan kesehatan umum. Kebutuhan lemak tidak boleh terabaikan. Saat sedang terserang flu, lemak diperlukan untuk membantu mengatasi peradangan yang terjadi, dan tentu dari jenis lemak sehat.
Sumbernya juga dari telur, daging, ikan, susu. Sumber lain adalah kuah bening dan kaldu, seperti sup ayam. Namun, makanan yang terlalu banyak lemak perlu dihindari, seperti gorengan, karena bisa memperlambat proses pencernakan.
BACA JUGA:312 Siswa SRT 2 Pasuruan Dipulangkan, Sekolah Bantah Terpapar Influenza A
Apakah perlu suplemen? Vitamin dan mineral alamiah dan sintetik diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem imun.
Sumber vitamin C alami terdapat pada jambu biji, jeruk, pepaya dan sayuran. Karotenoid yang dapat diubah menjadi vitamin A terdapat pada wortel, labu dan sayuran hijau. Zinc terdapat pada ikan, daging, telur, susu, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Dalam hal ini, patokannya adalah terpenuhinya kebutuhan, jadi belum tentu diperlukan suplemen dalam dosis sangat tinggi.
BACA JUGA:Kasus Influenza A pada Anak Meningkat, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Pneumonia
Sumber:









