Tembus Pasar Internasional, 20 Ton Kubis Hasil Panen Lapas Malang Diekspor ke Taiwan
Panen Raya 20 Ton Kubis, Lapas Malang Siap Ekspor ke Taiwan--
MALANG, MEMORANDUM.CO.ID - Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum milik Lapas Kelas I Malang, memanen sekitar 20 ton kubis segar berkualitas tinggi. Panen tersebut, dilakukan di lahan seluas satu hektar, Selasa Oktober 2025.
Panen tersebut, menjadi salah satu hasil nyata pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto. Khususnya, yang menekankan pentingnya pembinaan produktif, kemandirian ekonomi, dan kebermanfaatan sosial lembaga pemasyarakatan.
BACA JUGA:Lahan SAE L’SIMA Ngajum Lapas Kelas I Malang Ditanami Ribuan Bibit Kelapa

Mini Kidi--
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono mengapresiasi langkah strategis, upaya ekspor merupakan terobosan luar biasa.
“Warga binaan bisa ikut berkontribusi bagi ekonomi nasional. Ini bukan hanya panen kubis, tetapi panen kemandirian dan panen manfaat,” terang Kadiyono, Rabu 22 Oktober 2025.
BACA JUGA:Warga Binaan Lapas Malang Antusias Ikuti Salat Tarawih
Selain panen kubis, Kakanwil Ditjenpas Jatim juga meninjau lahan kacang tanah yang dikelola warga binaan. Bagian dari diversifikasi komoditas SAE Ngajum, bertujuan memperluas potensi hasil pertanian. Sqekaligus memperkuat keterampilan warga binaan dalam pengelolaan lahan.
BACA JUGA:Lapas Malang dan Forkopimcam Tanam Pohon di Ngajum untuk Lingkungan Berkelanjutan
Hasan Ismail, dosen dari Universitas Negeri Malang (UM), yang memberikan pendampingan teknis dalam pengelolaan pertanian SAE Ngajum.
"Kami membantu menghubungkan hasil panen kubis dengan pihak ekspor, dan PT Fongsoo. Sehingga menjadi rekanan yang siap menyalurkan produk kubis SAE Ngajum ke pasar Taiwan. Ini bukti bahwa hasil pembinaan Lapas bisa bersaing di pasar internasional,” terang Hasan.
BACA JUGA:SAE Lapas Kelas I Malang Panen Kubis Manis Perdana, Langsung di Ekspor ke Taiwan
Melalui program tersebut, Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan moral, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi dan keterampilan warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Jatim didampingi Kepala Lapas Kelas I Malang Teguh Pamuji, jajaran Kepala UPTPemasyarakatan se-Korwil Malang. (edr)
Sumber:
