Sungai di Pegirian Surabaya Berubah Merah Diduga Akibat Limbah Cat

Sungai di Pegirian Surabaya Berubah Merah Diduga Akibat Limbah Cat

Sungai di kawasan Semampir yang kembali normal.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Warga di kawasan Pegirian, Kecamatan Semampir, dihebohkan dengan fenomena air sungai yang berubah warna menjadi merah pekat. Video kejadian itu viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Kejadian ini diduga akibat pembuangan limbah cat secara ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab. Senin 20 Oktober 2025.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung menindaklanjuti laporan tersebut.


Mini Kidi--

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, membenarkan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran ke lokasi.

“Begitu mendapat laporan dan video menjadi viral, tim kami langsung turun untuk menindaklanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi Memorandum.

BACA JUGA:Tolak Relokasi ke RPH Modern Osowilangon Surabaya, Mitra Jagal Pegirian Sebut Tidak Aspiratif

Menurut informasi yang dihimpun, pembuangan limbah diduga terjadi pada Jumat (17/10). Meskipun video baru ramai beberapa hari kemudian, kondisi sungai sudah kembali normal pada Senin siang.

“Info teman-teman (tim DLH) karena cat, kejadiannya hari Jumat. Tapi kemarin sore belum ketemu siapa yang membuang. Siang ini kondisi sungai sudah kembali normal,” jelas Dedik.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH, Myrna Augusta Aditya Dewi, menambahkan bahwa sumber warna merah itu kuat dugaan berasal dari cat.

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Pasang Penyaring di Sungai Pegirian untuk Mudahkan Pembersihan Sampah

“Menurut laporan di lapangan, sumber merah itu berasal dari cat. Kami sudah memantau ulang bersama Satpol PP kecamatan, dan hari ini tidak ada lagi warna merah. Sejak Minggu pagi sebenarnya sudah bersih,” jelas Myrna.

DLH bersama pihak terkait masih terus melacak pelaku pembuangan limbah yang telah meresahkan warga tersebut.

“Kami masih terus berkoordinasi dengan Pak Camat untuk mencari pelakunya,” tegasnya.

Menanggapi desakan warga agar dilakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan zat dalam air, DLH menyatakan hal itu belum menjadi prioritas.

BACA JUGA:RPH Sapi Pegirian Direlokasi ke Tambak Osowilangun, Ditargetkan Setiap Malam Potong 300 Ekor

“Sementara tidak perlu dilakukan uji lab, karena uji lab bukan untuk melihat apakah itu dari cat atau apa,” kata Myrna.

Sebelumnya, video berdurasi singkat yang menampilkan permukaan sungai berwarna merah pekat beredar luas di media sosial. Warganet ramai-ramai berspekulasi penyebabnya, mulai dari limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH), limbah tekstil, hingga bahan kimia berbahaya.

Salah seorang warga, Wardana, berharap pemerintah kota tidak menganggap enteng peristiwa tersebut.

“Harus segera ada penyelidikan tuntas dan uji laboratorium untuk memastikan sumbernya. Jangan sampai ini menjadi sumber masalah kesehatan bagi kami yang tinggal di sekitar sungai,” serunya.

Sumber:

Berita Terkait