Warga Bantaran Sungai Karang Pilang Harap-harap Cemas Antisipasi Luapan Air

Warga Bantaran Sungai Karang Pilang Harap-harap Cemas Antisipasi Luapan Air

Warga yang tinggal di pinggiran sungai di Jalan Raya Mastrip, Karang Pilang, Surabaya masih diliputi kecemasan --

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Warga yang tinggal di pinggiran sungai di Jalan Raya Mastrip, Karang Pilang, Surabaya masih diliputi kecemasan pasca-luapan air sungai yang terjadi beberapa hari lalu. Mereka khawatir tempat tinggal mereka kembali terendam akibat luapan air sungai yang berada dekat pos jaga polisi Karang Pilang.  

Pantauan langsung di lokasi pada Jumat 28 Februari 2025, luberan air sungai masih menghantui warga yang tinggal di bantaran aliran sungai tersebut. Bekas-bekas rendaman air sungai masih tampak jelas di rumah-rumah warga, sementara kondisi debit air sungai meski sudah menurun, tetap menjadi ancaman jika hujan deras kembali turun dalam waktu lama.  

BACA JUGA:10 Kios di Bantaran Sungai Gembong Ambrol


Mini Kidi--

Salah satu warga, Putra, pemilik bengkel motor yang tinggal di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa luapan sungai paling parah terjadi pada Senin 24 Februari 2025. Saat itu, air merendam rumahnya hingga batas bawah jendela, dengan ketinggian sekitar sedengkul orang dewasa.  

"Saya was-was kalau hujan lagi, takut air sungai meluap dan masuk ke rumah seperti kemarin," ujar Putra.  

Ia menambahkan bahwa air baru mulai surut pada Kamis 27 Februari 2025 kemarin. Meski begitu, kondisi rumahnya masih basah, dan ia bersyukur debit air sungai hari ini lebih stabil dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Namun, ia tetap khawatir akan potensi banjir susulan jika hujan deras terjadi dalam durasi panjang.  

BACA JUGA:Granat Aktif Ditemukan di Bantaran Sungai Kraksaan Probolinggo

Putra juga menyebutkan bahwa solusi untuk mencegah banjir di area ini adalah dengan membuka pintu kontrol air Rolak Gunung Sari. Menurutnya, ketika pintu kontrol air tersebut dibuka, aliran sungai dapat dikendalikan sehingga air tidak sampai masuk ke rumah warga.  

"Kalau pintu Rolak Gunung Sari dibuka, biasanya aliran sungai ini aman. Tapi kalau sudah terendam begini, susah untuk melakukan apa-apa," keluhnya.  

Pipi Anika Wati, seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa banjir baru bisa surut setelah dua hari. Selama banjir, ia harus tidur di atas ranjang bersama kedua anaknya untuk menghindari genangan air yang memenuhi rumahnya.  

BACA JUGA:Bayi Dibuang di Bantaran Sungai Porong

"Airnya sampai masuk ke dalam rumah, jadi saya sama anak-anak tidur di atas ranjang biar nggak kebasahan. Untungnya sekarang air sudah agak surut, tapi kami tetap waspada," ungkapnya.  

Hingga saat ini, warga masih terus memantau kondisi debit air sungai dan cuaca, sambil berharap tidak ada hujan deras dalam waktu dekat.(yat)

Sumber: