Politik dan Kehidupan
Mu'isyul Haq Al-Hasany SPd MPd.--
Oleh: Mu'isyul Haq Al-Hasany, SPd MPd
Ustaz & Entrepreneur
Ada dua fakta yang sering di bahas di dunia, dibelahan dunia manapun, yaitu Pemilu atau perhatian kekuasaan dan peristiwa Kehidupan dalam kekuasaan pemimpin.
Pemilu sering disebut politik, sedangkan kehidupan dalam kekuasaan pemimpin seringkali dianggap fenomena ilmu antropologi dan sosiologi. Apakah ini cukup.
Bukankah setiap pemimpin politik dilahirkan dari sebuah kehidupan peradaban masyarakat. Maka layak bila politik adalah dua sisi sekaligus, kepemimpinan dan kehidupan yang dipimpin.
Fenomena kehidupan sekarang yang diwarnai berbagai berita di berbagai media pers bisa dinilai dari sisi antropologi, sosiologi, yang bisa menjadi analisa politik dan solusi politik.
Analisa ini akan menjadi kekuatan politik bagi yang memahaminya. Namun seringkali analisa politik hanya dilakukan dan diajukan strategi pada saat mendekati kampanye atau Pemilu.
Hasil strategi seperti ini akan melahirkan strategi instan yang mungkin melahirkan ketidakpuasan bagi Politisi maupun Warga.
Dalam bahasa latin politik berasal dari kata politikos yang bermakna warga dan polis yang bermakna kota/ negara. Sehingga politik adalah berbagai cara pengaturan warga kota.
Mulai dari Pemerintah, Peraturan dan perundang undangan, Adminstrasi dan Ketatanegaraan. Artinya bagi yang ingin Berpolitik, kemampuan utama adalah memahami kehidupan warga, menguasai berbagai aturan ketatanegaraan.
Dalam kehidupan warga, kegiatan mereka diisi dengan aktifitas ekonomi, aktifitas hiburan, aktifitas pemerintahan, dan aktifitas ibadah, ilmu pengetahuan dan seni.
Untuk memenangkan politik di hati para warga, maka seorang politisi perlu mengetahui setiap aktifitas ekonomi, pemerintahan, hiburan, ibadah, ilmu pengetahuan dan seni.
Seorang politisi yang mendukung semua aktifitas warga akan melahirkan dukungan dari warga untuk memercayakan kepemimpinan kepada politisi ini.
Begitu juga dalam pemerintahan. Seorang politisi perlu mengetahui berbagai peraturan perundangan dan mendukung kegiatan positif pemerintah.
Tentu seorang politisi tidak bisa menyediakan waktu untuk semua komunitas warga, baik itu profesi atau komunitas ibadah, budaya dan ilmu pengetahuan.
Maka Islam telah mengajarkan kunci memimpin dan mengenal warganya adalah dengan Iqra. Mulai dari Agama, Ekonomi, ilmu pengetahuan, budaya, seni, pemerintahan dan pertahanan.
Sumber:
