Kasus Pembunuhan Agen Bank Imaan, Keluarga Korban Minta Polisi Segera Tangkap Otak Kejahatan

Polisi saat menunjukkan tampang DPO Ahmad Midhol--
GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Peristiwa perampokan disertai pembunuhan yang menewaskan Wardatun Toyibah (28), seorang agen bank di Desa Imaan, Kecamatan Dukun belum menemui titik terang. Dalang kejahatan Ahmad Midhol (38), yang telah ditetapkan sebagai DPO pun masih leluasa menghirup udara bebas.
Perampokan sadis tersebut terjadi pada 16 Maret 2024, atau hampir setahun yang lalu. Dalam kejadian tersebut, korban WT meninggal secara mengenaskan di TKP dengan sejumlah luka tusuk di leher.
BACA JUGA:Polisi Bentuk Tim Khusus Periksa Balita Pada Kasus Perampokan dan Pembunuhan di Gresik
Bukan hanya itu, uang senilai Rp 150 juta milik korban juga digondol oleh para bandit yang berjumlah tiga orang. Satu pelaku bernama Asrofin (40) telah berhasil ditangkap dan menerima hukuman 12 tahun penjara.
Sedangkan pelaku bernama Sobikhul Alim (20) tewas diduga bunuh diri dengan menenggak sianida. Sementara pelaku yang diduga kuat sebagai otak kejahatan, Ahmad Midhol belum berhasil diringkus oleh Satreskrim Polres Gresik.
Mengetahui pelaku yang masih bebas berkeliaran tentu menyebabkan kegelisahan bagi pihak keluarga korban. Kakak korban, Khosyiin (52) berharap agar polisi segera menangkap buronan tersebut.
BACA JUGA:Beri Keterangan Janggal, Polisi Periksa Intensif Suami Kasus Perampokan dan Pembunuhan di Gresik
Apalagi, terhitung sudah tiga sosok yang menjabat posisi Kapolres Gresik, serta dua sosok yang telah menempati jabatan Kasatreskrim sejak kasus tersebut terjadi. Namun, kasus tak kunjung menemui titik terang.
Oleh karena itu, keluarga korban pun meminta agar kasus dapat segera terselesaikan di bawah kepemimpinan Kapolres baru, AKBP Rovan Richard Mahenu. Serta pejabat Kasatreskrim baru AKP Abid Uais Al-Qarni.
“Kami dari keluarga tentu menanti-nanti agar kasus kejahatan ini segera dapat diusut tuntas. Agar kami bisa mendapatkan rasa keadilan,” ujar Khosyiin saat ditemui di kediamannya di Desa Imaan, Kamis 13 Februari 2025.
“Usia kasus ini sudah sebelas bulan, hampir setahun. Tapi belum ada indikasi lokasi DPO ini ada di mana,” tutur mantan Kepala Desa Imaan tersebut.
BACA JUGA:Motor Hilang, Pria Tewas dengan Mulut Tertancap Pisau di Gresik Diduga Korban Pembunuhan
Khosyiin mengatakan, pihaknya meminta agar Polres Gresik dapat lebih serius dalam mengejar dalang kejahatan yang menewaskan adik perempuannya itu.
Sumber: