Galaxy Open International Nine Ball Championship 2025, Diikuti Ratusan Atlet Berhadiah Rp 254 Juta

Galaxy Open International Nine Ball Championship 2025, Diikuti Ratusan Atlet Berhadiah Rp 254 Juta

Ketua KONI Surabaya, Cak Dul (kiri), Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Surabaya Wahjoedi Heroe Santoso memberikan ucapan selamat kepada Ketua POBSI Jatim Pujo Asmara Hadi (kanan).-Sujatmiko-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Galaxy Pool Surabaya kembali menjadi pusat perhatian dunia biliar. Turnamen bergengsi Galaxy Open International Nine Ball Championship 2025 resmi bergulir di Galaxy Pool, Jalan Pandegiling Surabaya, mulai 30 Oktober hingga 4 November 2025.

Ajang edisi ke-14 ini menghadirkan 254 atlet nasional dan internasional yang memperebutkan total hadiah Rp 254 juta. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia—termasuk Jawa Timur, Bali, Sumatra, dan Makassar—serta negara tetangga seperti Filipina, yang dikenal melahirkan banyak pemain kuat.


Mini Kidi--

Dengan skala dan partisipasi besar, turnamen ini dinilai sebagai salah satu tolok ukur prestasi biliar terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Surabaya, Wahjoedi Heroe Santoso, menyebut ajang ini sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet baru.

“Untuk turnamen skala nasional besar, baru dua kali digelar. Tapi kalau tingkat Jawa Timur, kami rutin setiap tahun,” ujar Wahjoedi, Kamis 30 Oktober 2025.

Ia menambahkan, sekitar 50 persen peserta berasal dari Surabaya, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga ini.

“Melalui turnamen seperti ini, kami ingin menumbuhkan atlet-atlet fresh yang siap berprestasi di level nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Turnamen ini juga menjadi bagian dari perayaan Anniversary Galaxy Biliar, yang rutin digelar setiap tahun.

“Kami ingin terus berkontribusi bagi perkembangan olahraga biliar di Surabaya,” tegas Wahjoedi.

Ketua POBSI Jawa Timur, Pujo Asmara Hadi, menilai kehadiran atlet internasional membuat Galaxy Open menjadi ajang evaluasi ideal bagi atlet-atlet Jatim.

“Sebisa mungkin, juaranya berasal dari atlet Jawa Timur,” ujarnya.

Turnamen ini menggunakan sistem Double Elimination, memberi kesempatan kedua bagi peserta yang kalah satu kali, namun langsung gugur bila kalah lagi.

Pujo berharap event yang berlangsung selama enam hari ini bisa menjadi momentum kebangkitan biliar di Surabaya dan Jawa Timur, sekaligus memperkuat kontribusi Galaxy Biliar dalam mencetak atlet berprestasi bagi Indonesia. (mik)

Sumber: