PLTS 100 GWp Berpotensi Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja
Presiden Prabowo Subianto meresmikan program PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali.--ANTARA
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan memperkuat kemandirian energi nasional, Senin 31 Agustus 2026.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam keterangannya di Jakarta mengatakan program tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun.

Mini kidi--
“Dimulainya program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 Gigawatt Peak (GWp) bukan sekadar penetapan target. Ini adalah langkah nyata untuk membangun sumber energi baru yang lebih kuat, lebih mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Qodari.
Ia mengatakan langkah tersebut mulai diwujudkan dengan peluncuran program PLTS 100 GWp oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (25/8), yang diawali pembangunan 14 PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas 5,3 GWp.
Peluncuran program tersebut dipusatkan di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada wacana tentang kemandirian energi. Kita mulai membangunnya secara nyata, bertahap, dan terukur,” katanya.
Qodari menjelaskan program PLTS 100 GWp menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
BACA JUGA:Danantara Sebut PLTS 100 GW di Indonesia Butuh Investasi Rp1.130 Triliun
Dengan memanfaatkan potensi energi matahari Indonesia, menurut dia, kebutuhan energi nasional diharapkan semakin dapat dipenuhi dari sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
“Namun, bagi pemerintah, peralihan menuju energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi. Lebih dari itu, transisi energi harus membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan program PLTS 100 GWp berpotensi menghemat anggaran hingga Rp73,9 triliun per tahun, menekan emisi sekitar 140 juta ton CO2, serta menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.
“Karena itu, pembangunan PLTS 100 Gigawatt Peak tidak akan berhenti pada pembangunan pembangkit listrik. Kita ingin membangun ekosistem energi surya nasional yang tumbuh dari hulu hingga hilir,” kata Qodari.
BACA JUGA:Qodari Ajak Publik Kawal Kebijakan BBM Subsidi Tepat Sasaran
Sumber: antaranews.com







