iklan muktamar
iklan HUT R!

BGN Audit 27.485 SPPG dan Bekukan Sementara 463 Dapur MBG

BGN Audit 27.485 SPPG dan Bekukan Sementara 463 Dapur MBG

Kepala BGN Sudaryono memberikan penjelasan terkait audit SPPG dan pembekuan sementara dapur MBG di Jakarta.--ANTARA

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mengaudit 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membekukan sementara 463 dapur MBG karena belum memenuhi persyaratan, Rabu 26 Agustus 2026.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, audit dilakukan untuk memastikan keberadaan lokasi dapur, target sekolah, hingga penerima manfaat sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Jadi, penjelasannya sekarang ini menurut catatan yang beroperasi kan 27.485. Itu kemudian kami sisir, kami profiling dapurnya dan juga kami cek penerima manfaat," kata Sudaryono, selepas rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta.


Mini kidi--

Dari total unit yang diaudit, BGN telah menerbitkan surat ketetapan sementara bagi 27.022 SPPG yang datanya terverifikasi tertib. Pembaruan data tetap dilakukan secara berkala.

Sementara itu, BGN mengambil tindakan dengan membekukan sementara atau suspend sebanyak 463 SPPG atau dapur MBG.

"Pembekuan tersebut diberlakukan setidaknya selama 10 hari, karena belum melengkapi persyaratan administrasi dan verifikasi kelayakan teknis," ujarnya.

BACA JUGA:Kepala BGN Tegaskan Kepala SPPG yang Lalai dan Sebabkan Kejadian Fatal Akan Dipecat

Selama masa pembekuan 10 hari, pengelola 463 unit SPPG diwajibkan menyerahkan data kelengkapan profil unit pelayanan, foto kondisi fisik dapur, serta profil rinci sekolah sasaran yang dilayani.

Untuk menjamin keakuratan data operasional, BGN melakukan verifikasi silang secara langsung dengan mengirimkan surat konfirmasi dan pos elektronik atau email kepada para kepala sekolah penerima program.


Gempur Rokok Illegal--

Sudaryono menegaskan penertiban tersebut bertujuan mencegah adanya laporan SPPG fiktif atau unit yang belum beroperasi, tetapi telah terdata. Dengan demikian, penyaluran MBG diharapkan benar-benar tepat sasaran dan beroperasi secara optimal.

"Jadi kami betul-betul pastikan bahwa dapur ini beroperasi dan melayani sekolah-sekolah begitu kira-kira," kata dia. 

Sumber: antaranews.com