Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel
Menteri Luar Negeri Sugiono--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia mengecam rencana Israel memperluas pendudukannya hingga mencakup sekitar 70 persen wilayah Gaza.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindakan ilegal yang bertentangan dengan upaya mewujudkan perdamaian serta solusi dua negara bagi Palestina.
BACA JUGA:Pemkab Gresik Terima Kunjungan Kemenlu, Bupati Yani Beber Pengembangan Investasi

Mini Kidi Wipes.--
Isu tersebut turut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).
“Kita tetap dalam posisi menolak dan mengecam rencana tersebut. Itu juga tadi yang jadi bahasan antara pertemuan Pak Presiden dengan Menlu Fidan bahwa ini adalah langkah-langkah ilegal yang dilakukan oleh Israel,” kata Sugiono di Jakarta, ditulis Kamis (3/6).
BACA JUGA:Menlu: Negara Berduka, Tiga Kusuma Bangsa Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Gempur Rokok Illegal--
Lebih lanjut, Menlu menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mengadvokasi perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
“Itu tadi kita harus stop, karena bagi kita intinya menjadi garis bawah adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka solusi dua negara,” tegas Sugiono.
BACA JUGA:Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon
Kunjungan Menteri Luar Negeri Turki ke Indonesia menjadi momentum bagi kedua negara untuk membahas langkah-langkah yang dapat mempercepat terwujudnya perdamaian di kawasan, khususnya di Gaza.
Sugiono menyampaikan bahwa perkembangan konflik di Timur Tengah telah mengalihkan perhatian dunia internasional dari perjuangan rakyat Palestina di Gaza. Karena itu, Indonesia mendorong agar fokus global kembali diarahkan pada upaya penyelesaian konflik yang telah berlangsung berkepanjangan.
“Kita ingin kembali fokus untuk perjuangan di Palestina, di Gaza. Dengan perang yang terjadi saat ini di Iran, semuanya terhenti. Kita harus kembali ke sana (Gaza) dan untuk itu kita harus juga cari cara-cara untuk menyelesaikan konflik ini,” ujar Sugiono.
Sumber:









