Gate Retribusi Bendungan Lahor Didemo Warga Karangkates dan Selorejo
Warga saat menggelar aksi unjuk rasa di Gate Lintas Bendungan Lahor.-Achmad Tauchid-
"Diterima atau tidak, kami tidak mempermasalahkan, yang penting mereka memberikan jawaban kepada masyarakat," tuturnya.
BACA JUGA:PJT I Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh
Sementara itu, Kasubdiv Pengusahaan 2 WS Brantas Perum Jasa Tirta I Bayu Pramadya Kurniawan Sakti menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi atas tuntutan warga.
"Pemberlakuan ini kan sudah lama. Pemberlakuan kawasan Bendungan Lahor ini memang sudah memasuki waktu evaluasi atas pemberlakuan sistem ini. Evaluasi itu bisa, setelah kita melakukan program sekian waktu itu kita evaluasi kurangnya apa untuk kita tingkatkan," ujar Bayu.
BACA JUGA:PJT I Kembali Raih Predikat Informatif Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025
Ia menambahkan, pemberlakuan akses gratis sudah berjalan dengan diterbitkannya sekitar 3.000 kartu member bagi warga Karangkates dan Selorejo. Namun, untuk warga di luar desa tersebut tetap dikenakan biaya karena jalur di atas Bendungan Lahor bukan merupakan jalan umum.
BACA JUGA:PJT I Dorong Kebiasaan Masyarakat Gemar Tanam Pohon
"Karena jalur di atas Bendungan Lahor itu bukan jalan umum, sehingga dibutuhkan biaya untuk perawatan baik kondisi jalan maupun penerangannya," ungkap Bayu.
BACA JUGA:Air Waduk Berkurang, PJT I Modifikasi Cuaca di Sungai Brantas
Terkait penerbitan kartu member, Bayu menjelaskan pengajuan dilakukan melalui pemerintah desa dengan usulan jumlah warga yang dilayani.
BACA JUGA:Dukung Energi Terbarukan, PJT I Serahkan Lima IPAL Biogas di Tulungagung
"Memang mereka harus membeli kartu membernya sebesar Rp 15 ribu, sedangkan isinya sebesar Rp 15 ribu total 30 ribu dan akan dipakai selama satu bulan," tegas Bayu. (kid)
Sumber:
