Bupati Bangkalan Tingkatkan Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian
Bupati bersama Lukman Hakim, anggota Muspida, dan pimpinan OPD terkait saat memantau areal sawah dan menanam bibit padi.--
BANGKALAN, MEMORANDUM.CO.ID - Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa Kabupaten Bangkalan memiliki potensi besar di sektor pertanian yang dapat terus dikembangkan. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan tanam padi bersama para petani di Kelurahan Tunjung, Bangkalan, Rabu 3 September 2025.
Menurut Bupati Lukman, produktivitas petani Bangkalan saat ini semakin meningkat. Dalam satu tahun, petani mampu memaksimalkan masa tanam padi hingga tiga sampai empat kali. Selama tahun 2023, akumulasi panen tanaman padi rata-rata mencapai 49.905 hektar, dengan kapasitas produksi sekitar 5,06 ton per hektar. Total produksi beras mencapai 164.138 ton, sementara konsumsi beras di Kabupaten Bangkalan hanya 96.864 ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 67.273 ton pada akhir tahun 2023.
BACA JUGA:Bupati Bangkalan Salurkan Bantuan Tandon Air dan Hand Tractor untuk Masyarakat

Mini Kidi--
Peningkatan produktivitas ini tidak terlepas dari upaya modernisasi tata kelola sektor pertanian. “Artinya, petani tidak lagi bercocok tanam secara tradisional, tetapi sudah menggunakan ragam jenis alsintan (alat mesin pertanian),” tandas Lukman Hakim.
Pada pertengahan Agustus 2024 lalu, 200 Kelompok Tani (Poktan) di Bangkalan kembali menerima bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian, menambah total pompa air menjadi 355 unit. Selain itu, ada juga bantuan 76 unit pompa air berukuran besar, dan 62 unit lagi akan segera disusul. Dengan program pompanisasi ini, petani dapat melakukan penanaman hingga tiga sampai empat kali dalam setahun, bahkan saat musim kemarau.
BACA JUGA:Berkah Bagi Warga Binaan, Bupati Bangkalan Serahkan 184 Remisi Umum dan 215 Remisi Dasawarsa
Untuk mendukung peningkatan ini, Pemkab Bangkalan akan terus memaksimalkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di sentra-sentra produksi. Pemkab, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP), telah melakukan pipanisasi dan pembangunan sumur bor.
Bupati Lukman juga meminta DPTPHP untuk lebih intensif menanyakan kebutuhan petani di lapangan. Selain fokus pada produktivitas, Bupati Lukman menekankan pentingnya hilirisasi pengolahan beras. Pemkab akan mendorong pembangunan sektor pengolahan agar gabah petani dapat terserap dan memberikan nilai tambah.
“Setelah kita mampu meningkatkan produktivitas, langkah berikutnya adalah hilirisasi. Dengan begitu, gabah petani tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi beras sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani Bangkalan,” pungkas Bupati.(ras)
Sumber:

