Mitigasi El Nino, Petani Lamongan Tetap Optimis
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah monitoring pompanisasi di Waduk Delikguno Lamongan--
LAMONGAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan monitoring pompanisasi di Waduk Delikguno Desa Pengumbulanadi Kecamatan Tikung, Lamongan.

Mini Kidi Wipes.--
Melakukan peninjauan penempatan, penyerahan dan uji coba alsintan (alat dan mesin pertanian) di Lamongan berjalan lancar, beliau optimis Petani Lamongan akan dapat tetap menanam dan terus berproduksi dengan adanya mitigasi lebih awal dalam menghadapi ancaman El Nino.
"El Nino itu ada, tapi optimis petani Lamongan tetap akan menanam, akan terus berproduksi dengan mitigasi yang lebih awal. Ini luar biasa Pak Bupati sudah memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada di Kabupaten Lamongan dan Bupati Lamongan sangat optimis bahwa Lamongan pada tahun ini akan meningkat lagi produksinya.
BACA JUGA:Pemkab Pasuruan Siapkan Skema Penanganan Kekeringan Dampak El Nino

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Petaninya antusias, pupuk tersedia, alsintan tersedia, dan kita pastikan air juga tersedia. Walaupun ada ancaman El Nino, tapi itu tidak menjadi masalah buat petani Lamongan, dan kita sudah pastikan hari ini waduk yang ada, Sungai Bengawan Solo yang melewati Lamongan, ini akan kita maksimalkan untuk kita pasang segera pompa-pompa. Yang sudah tanam kita pertahankan pertanamannya, begitu pula yang akan tanam," ungkapnya.
Dikatakan Dirjen Andi, dari 95 ribu hektar luas baku sawah Lamongan masih terdapat sekitar 53 ribu hektar yang tadah hujan, sehingga perlu adanya pengairan. Namun karena ada beberapa lahan yang posisinya lebih tinggi, sehingga perlu adanya pompanisasi untuk irigasi lahan.
BACA JUGA:Serapan Beras Bulog Jatim Pecah Rekor di Tengah Ancaman El Nino
Ditambahkan, bahwa irigasi pompa yang akan dipasang di Lamongan sekitar 100 pompa 4 inch, 100 pompa 6 inch, 70 pompa 3 inch, 200 irigasi perpompaan, irigasi perpipaan sekitar 70 unit, dan bangunan konservasi sekitar 50 unit untuk menambah produksi Lamongan.
"Mudah-mudahan pendapatan petani kita, kesejahteraan petani di Lamongan meningkat, dan swasembada bisa kita pertahankan sehingga tidak ada lagi lahan yang terdampak karena El Nino. Karena sekitar 80 km lahan yang ada di Lamongan ini dilalui oleh Sungai Bengawan Solo, harus kita manfaatkan, kita maksimalkan, yang awalnya luas area irigasinya sekitar 257 hektar, hari ini kita tambah 200 hektar dari waduk yang selama ini airnya belum dioptimalkan untuk petani yang tadah hujan tadi," imbuhnya.
BACA JUGA:Waspada El Nino, Disperta Jombang Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan
Sementara itu Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan komintmen Lamongan dalam melaksanakan swasembada pangan.
"Mudah-mudahan target luas tambah tanam bisa tercapai dan yang lebih penting lagi terjadi peningkatan tadi dari indeks pertanaman atau IP bisa meningkat dari 2,1 mudah-mudahan bisa 2,5 dengan memaksimalkan potensi yang ada, waduk-waduk yang selama ini kita selalu memanfaatkan secara optimal terlebih dalam menghadapi El Nino. Mudah-mudahan upaya dan ikhtiar dari dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Sumber:








