Dispendikbud Sidoarjo: MPLS Berjalan Optimal
Monitoring MPLS di Sidoarjo.(hum)--
SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru berjalan aman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SIDOARJO melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) menggelar kegiatan monitoring langsung ke berbagai sekolah.
Demikian disampaikan Kadispendikbud Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd. Dijelaskan Netti, peninjauan MPLS ini dilakukan secara berkala dengan menyasar berbagai jenjang sekolah, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MPLS berjalan optimal, aman, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan atau kekerasan.
BACA JUGA:Pastikan Sarana Pendidikan Aman, Bupati Sidoarjo Turun Langsung Tinjau Pembangunan SDN Suko
Pihaknya juga ingin memastikan setiap peserta didik baru dapat beradaptasi tanpa tekanan sehingga lebih siap mengikuti proses belajar mengajar.
“Pelaksanaan awal tahun ajaran baru ini difokuskan pada pengenalan karakter serta adaptasi siswa baru di lingkungan belajar dan lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang ramah dan aman dalam menyambut anak-anak sekolah yang baru masuk,” jelasnya.
BACA JUGA:Hari Pertama Sekolah, Bupati Subandi Apresiasi Guru dan Wali Murid
Dikatakan pula, MPLS tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 yang memperpanjang masa pelaksanaan menjadi lima hari. Kebijakan tersebut diharapkan memberi waktu yang lebih optimal bagi peserta didik baru untuk beradaptasi, mengenali budaya sekolah, serta membantu sekolah memetakan potensi, minat, bakat, karakter, dan kondisi sosial emosional siswa sejak awal tahun ajaran.
Menurutnya, monitoring ini tidak hanya sekadar kunjungan formalitas, melainkan untuk mengecek beberapa aspek penting dalam pelaksanaan MPLS, antara lain:

Gempur Rokok Illegal--
Aspek Keamanan dan Keselamatan: Memastikan materi dan aktivitas fisik yang diberikan kepada siswa baru masih dalam batas wajar, mendidik, dan menyenangkan.
Kesiapan Sarana Prasarana: Memantau kesiapan fasilitas sekolah dalam mendukung kenyamanan belajar-mengajar selama tahun ajaran baru bergulir.
Pendekatan Karakter: Mendorong pihak sekolah untuk lebih menekankan pengenalan nilai-nilai moral, tata tertib, serta adaptasi lingkungan belajar tanpa adanya tekanan mental terhadap siswa baru.
BACA JUGA:Kota Delta Deklarasi Sekolah Tanpa Diskriminasi
Netti menegaskan bahwa paradigma MPLS saat ini telah berubah. Kegiatan yang dahulu kerap dikaitkan dengan tekanan fisik, maupun penugasan yang memberatkan, kini difokuskan sebagai proses pengenalan lingkungan sekolah yang ramah, aman dan menyenangkan, serta mendorong kreativitas peserta didik baru.
Sumber:






