Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Jangan Salah Kaprah! Ternyata Anemia dan Darah Rendah Itu Berbeda

Jangan Salah Kaprah! Ternyata Anemia dan Darah Rendah Itu Berbeda

Ilustrasi seorang dokter sedang menggunakan alat tensinya pada pasien.(Sumber: Freepik)--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Banyak orang masih menganggap anemia dan darah rendah adalah kondisi yang sama. Tidak sedikit juga yang langsung mengatakan dirinya “darah rendah” saat merasa pusing atau lemas. Padahal, dalam dunia medis, anemia dan darah rendah merupakan dua kondisi yang berbeda, baik dari penyebab, gejala utama, hingga cara penanganannya.

Meski sama-sama bisa menyebabkan tubuh terasa lemah, pusing, dan tidak bertenaga, anemia dan darah rendah sebenarnya menyerang sistem tubuh yang berbeda.

BACA JUGA:Rekomendasi Menu Takjil Sehat untuk Ibu Hamil saat Puasa Ramadan 2026, Kurangi Mual dan Anemia


Mini Kidi Wipes.--

Anemia atau yang sering disebut “kurang darah” adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb). hemoglobin memiliki fungsi penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika jumlah hemoglobin menurun, pasokan oksigen dalam tubuh ikut berkurang sehingga tubuh menjadi mudah lelah dan pucat.

Penyebab anemia sendiri cukup beragam, mulai dari kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kurang asam folat, perdarahan, hingga penyakit tertentu. Karena itu, anemia tidak bisa dianggap sepele, terutama jika terjadi dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Waspada! Deretan Makanan dan Minuman Ini Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Tulang

Gejala anemia biasanya meliputi tubuh lemas, wajah pucat, pusing, jantung berdebar, sesak nafas, hingga tangan dan kaki terasa dingin. Untuk memastikan seseorang mengalami anemia, diperlukan pemeriksaan darah guna melihat kadar hemoglobin dalam tubuh.

Sementara itu, darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di bawah batas normal, biasanya di bawah angka 90/60 mmHg. Berbeda dengan anemia, hipotensi tidak berkaitan dengan jumlah sel darah merah, melainkan tekanan aliran darah dalam tubuh.

BACA JUGA:Cranberry, Buah Merah Kecil dengan Banyak Manfaat untuk Kesehatan Wanita

Darah rendah bisa terjadi karena dehidrasi, kurang makan, efek samping obat tertentu, kelelahan, kehamilan, atau gangguan hormon dan jantung. Gejalanya antara lain pusing saat berdiri, pandangan kabur, tubuh terasa limbung, sulit berkonsentrasi, bahkan bisa menyebabkan pingsan.

Karena gejalanya sama-sama membuat tubuh terasa tidak fit, banyak orang akhirnya salah mengira anemia sebagai darah rendah atau sebaliknya. Padahal, keduanya memiliki penanganan yang berbeda.

Pada anemia, penanganan biasanya berfokus pada meningkatkan kadar hemoglobin dengan memenuhi kebutuhan zat besi, vitamin B12, dan nutrisi lainnya. Sedangkan pada darah rendah, penanganan lebih fokus pada menjaga tekanan darah tetap stabil, misalnya dengan mencukupi cairan tubuh, mengatur pola makan, dan menghindari perubahan posisi tubuh secara mendadak.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Sumber: