PMI Jember Rangkul Keluarga Besar Ponpes untuk Selamatkan Sesama
​Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, dr. M. Agus Burhansyah, bersama Ketua Yayasan, HM Madini Faruq atau yang akrab disapa Gus Mamak.--
​JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus memperluas jangkauan gerakan kemanusiaan. Pada Rabu 19 Agustus 2026, PMI Jember resmi meluncurkan program bernuansa keakraban bertajuk "PMI Goes to Pondok Pesantren".
​Melalui program ini, jajaran PMI Jember sowan langsung ke kediaman para pimpinan pesantren. Langkah hangat ini bertujuan merangkul seluruh elemen ponpes—mulai dari para pengasuh, santri, wali santri, alumni, hingga masyarakat sekitar—untuk bersama-sama membudayakan aksi donor darah secara rutin.
BACA JUGA:Semangat Kemanusiaan PMI Jember, Berguru ke Surabaya Demi Raih Standar Mutu Tertinggi
​Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, dr. M. Agus Burhansyah, menyampaikan bahwa silaturahmi ini digagas untuk menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Jember secara berkelanjutan. Langkah mulia ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.

Mini kidi--
​"Kami sudah menghaturkan rencana ini kepada Gus Bupati Fawait, dan Beliau sangat mendukung PMI masuk ke lingkungan pondok pesantren untuk mengajak keluarga besar ponpes bergotong royong dalam aksi kemanusiaan," ujar dr. Agus Burhansyah. Sebelum menyambangi Ponpes Riyadus Sholihin, PMI Jember juga telah menjalin silaturahmi kemanusiaan dengan keluarga besar Ponpes Nuris dan Ponpes Darusholah.
BACA JUGA:Persebaya Gelar Latihan di Thailand, Persiapan Super League 2026/2027
​Saat bertandang ke Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, kedatangan tim PMI disambut hangat oleh Ketua Yayasan, HM Madini Faruq atau yang akrab disapa Gus Mamak. Ia menyambut baik kolaborasi jangka panjang ini karena menilai donor darah tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang nyata.
​"Di pesantren kami sudah terbiasa dengan tradisi bekam dan fashdu yang sama-sama mengeluarkan darah, tetapi darahnya dibuang. Melalui donor darah, darah yang dikeluarkan justru menjadi penyambung nyawa bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang di rumah sakit," tutur Gus Mamak berbinar saat ditemui di kediamannya. Gus Mamak pun berkomitmen menggerakkan seluruh potensi pesantren, termasuk jaringan alumni Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Bismika.

Gempur Rokok Illegal--
​Senada dengan hal tersebut, Pengasuh Ponpes Riyadus Sholihin, H. Abdullah Faruq (Gus Aab), menegaskan kesiapannya untuk mengajak keluarga besar yayasan berpartisipasi aktif dalam pemenuhan stok darah di Jember.
​"Di yayasan kami ada sekitar 60 guru dan 100 santri usia memenuhi syarat yang siap berdonor. Kami juga akan mengimbau para wali santri yang jumlahnya jauh lebih besar untuk ikut ambil bagian dalam aksi kepedulian ini," ungkap Gus Aab penuh semangat.
BACA JUGA:Peduli Sesama, Bus PMI Jember Berhasil Himpun 56 Kantong Darah saat CFD
​Sinergi hangat antara PMI dan kalangan pesantren ini diharapkan tidak hanya memastikan ketersediaan kantong darah bagi para pasien di rumah sakit, tetapi juga menjadi ladang keteladanan dalam memupuk rasa empati dan jiwa sosial bagi para santri generasi penerus bangsa. (edy)
Sumber:






