Puncak Milad Ke-70 Ponpes Maqnaul Ulum Sukowono
Puncak Milad ke-70 Ponpes Maqnaul Ulum Sukowono--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tujuh dekade bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah lembaga pendidikan Islam untuk terus bertahan dan memberikan manfaat. Genap berusia 70 tahun, Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Sukowono, Jember, kembali mempertegas komitmennya: merawat tradisi salaf yang teduh di tengah derasnya arus modernisasi.
Semangat tersebut terpancar jelas dalam puncak peringatan Milad ke-70 bertajuk “Meniti Jalan, Meraih Cita-Cita” yang digelar hangat di halaman pesantren, Minggu 9 Agustus 2026.
Ketua Panitia Milad, Ahmad Bahktiar Yogiarto—atau yang akrab disapa Gus Yogi—menyampaikan bahwa angka 70 tahun menjadi momen refleksi mendalam atas ruang pengabdian pesantren selama ini. Menurutnya, Maqnaul Ulum tidak hanya berfokus mencetak kedalaman ilmu para ulama, tetapi juga melahirkan para profesional yang tetap teguh memegang nilai moral.

Mini kidi--
"Selama 70 tahun perjalanan ini, Maqnaul Ulum terus berikhtiar mencetak ulama dan profesional berakhlak mulia. Kami ingin nilai-nilai luhur salaf tetap menjadi pijakan utama santri di tengah perubahan zaman," tutur Gus Yogi.
Kemeriahan puncak peringatan ini terasa semakin hangat dengan hadirnya para pimpinan dari empat pilar pesantren besar di Jawa Timur—Gontor, Lirboyo, Darul Ulum, dan Sumberwringin. Lebih dari sekadar seremoni, ribuan santri, alumni, guru ngaji, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah berkumpul melebur dalam lantunan shalawat, tausiyah kebangsaan, dan pemotongan tumpeng.
Pengasuh Ponpes Maqnaul Ulum, KH Mahrus Muhith Nahrawi, menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pengayom masyarakat.
BACA JUGA:Yanmu Wakafkan 2 Ambulans untuk Ponpes Bahrul Ulum Jombang Sambut Muktamar Ke-35 NU
"Pesantren harus menjadi oase kesejukan bagi siapa saja. Usia 70 tahun ini bukanlah garis akhir untuk berhenti, melainkan awal dari babak baru dakwah yang lebih merangkul, inklusif, dan relevan," tegas KH Mahrus.
Ia meyakini bahwa masa depan santri berada pada perpaduan harmoni antara nilai spiritual dan kecakapan era digital.

Gempur Rokok Illegal--
"Kami ingin melahirkan generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus lihai memanfaatkan teknologi, tanpa pernah meretas akar tradisi pesantrennya," lanjutnya.
Sumber:




