Gus Fawait Ingin Jember Naik Kelas, Tol dan Flyover Jadi Target
Bupati Jember Muhammad Fawait, didampingi Rektor Unej Iwan Taruna bersama Civitas Alumni Unej --
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait menargetkan Kabupaten Jember naik kelas sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Pulau Jawa. Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari memperjuangkan akses jalan tol hingga pembangunan flyover di kawasan Mangli guna meningkatkan konektivitas dan menarik investasi.
Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci agar Jember kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa. Karena itu, ia menegaskan Jember harus mampu bersaing dengan daerah - daerah maju di Jawa Timur.

Mini Kidi Wipes.--
"Kami sedang berjuang agar jalan tol bisa masuk ke Jember sehingga investasi di daerah ini bisa bersaing kembali," ujarnya usai menghadiri gala dinner Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) di Aula Wahyawibawagraha, Kantor Pemkab Jember, Sabtu 4 Juni malam.
Selain memperjuangkan pembangunan jalan tol, dia mengatakan pemerintah daerah juga akan melanjutkan sejumlah proyek infrastruktur lainnya. Di antaranya pelebaran Jalan Tanggul - Mangli, pengaspalan ulang ruas Mangli menuju pusat kota, serta pembangunan flyover di Simpang Empat Mangli, tepatnya di pertemuan Jalan Brawijaya dan Jalan Hayam Wuruk yang menjadi gerbang utama menuju Kota Jember sekaligus titik kemacetan.
BACA JUGA:Investasi Sampah Rp2 Triliun Masuk Jember, Bupati Fawait Tinjau TPA Pakusari
"Mudah - mudahan pada 2026 Flyover Mangli bisa di bangun sebagai bentuk kemajuan Kabupaten Jember," katanya.
Di samping pembangunan infrastruktur, dia mengungkapkan bahwa pengentasan kemiskinan juga menjadi prioritas pemerintah daerah. Saat pertama kali menjabat sebagai Bupati Jember, ia menerima data yang menunjukkan Jember merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, tetapi memiliki angka kemiskinan absolut tertinggi kedua setelah Kabupaten Malang.
"Kami akan fokus pada pengentasan kemiskinan karena persoalan ini berdampak pada banyak hal, mulai dari angka kematian ibu, angka kematian bayi, hingga stunting," ungkapanya.
BACA JUGA:Gus Fawait Pastikan Kawasan Sawah di Jember Segera Punya Payung Hukum
Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menuturkan, persoalan kemiskinan tidak dapat di selesaikan hanya oleh pemerintah daerah. Karena itu, dirinya mengajak Universitas Jember (UNEJ) beserta para alumninya untuk bersama-sama memberikan solusi melalui kajian akademik, inovasi, dan pendampingan kepada masyarakat.
"Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Saya mohon kerja sama dari Universitas Jember agar persoalan ini bisa kita tuntaskan bersama," tuturnya.
Lanjut dia menegaskan daerahnya tidak boleh hanya bersaing dengan kabupaten di sekitarnya. Jember harus mampu bersaing dengan kota - kota yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
Sumber:






