Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Ratusan Mahasiswa Unej Geruduk Rektorat Tuntut Audit Total UKT

Ratusan Mahasiswa Unej  Geruduk Rektorat Tuntut Audit Total UKT

Ratusan mahasiswa UNEJ menggelar aksi di depan rektorat menuntut audit UKT.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ratusan mahasiswa Universitas Jember (Unej)menggelar aksi di kantor rektorat menuntut audit total sistem uang kuliah tunggal (UKT) yang dinilai bermasalah, Senin 27 April 2026.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unej mengepung kantor rektorat sebagai bentuk tekanan kepada pihak kampus.

BACA JUGA: Kisah Tukang Bangunan di Jember Menenun Mimpi ke Tanah Suci dari Tabungan Koin

Koordinator Aksi, Algi Febriano mengatakan, tuntutan audit menyeluruh belum sepenuhnya diakomodasi pihak rektorat.

"Secara tidak langsung, poin tuntutan kami sebenarnya mulai tercapai. Namun, ada satu hal krusial yang masih mengganjal: kami menuntut audit verifikasi menyeluruh, sementara rektorat hanya berfokus pada mahasiswa baru yang belum registrasi," tegas Algi Febriano.


Mini Kidi Wipes.--

Selain itu, mahasiswa menilai kebijakan kampus bersifat tebang pilih karena hanya memprioritaskan mahasiswa yang belum membayar UKT.

"Rektorat menjamin mahasiswa yang sudah membayar tetap bisa mengajukan banding atau penurunan di semester berikutnya jika keberatan. Namun untuk yang belum membayar, peninjauan ulang dilakukan sekarang," tambahnya.

Data di lapangan menunjukkan sebanyak 157 mahasiswa baru belum menyelesaikan registrasi akibat tingginya nominal UKT.

Menurutnya, rektorat menawarkan opsi penundaan, angsuran, atau penurunan nominal bagi mahasiswa terdampak.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Slamin mengatakan, penetapan UKT telah melalui verifikasi berjenjang termasuk konfirmasi faktual.

"Setelah verifikasi, UKT kami perbarui sesuai data faktual. Itulah mengapa muncul perbedaan antara data awal yang sempat dicetak mahasiswa dengan nominal akhir. Dari 3.274 mahasiswa yang diverifikasi, sekitar 25 persen mengalami penyesuaian data ini," dalih Slamin.

Di sisi lain, Wakil Rektor III, Prof. Fendy Setyawan menyatakan pihak kampus menghormati aspirasi mahasiswa.

"Kami mengapresiasi aspirasi ini. Bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu, opsinya jelas: penurunan UKT atau angsuran sesuai hasil verifikasi akhir," pungkas Fendy Setyawan.

Aliansi Mahasiswa UNEJ menegaskan akan terus mengawal tuntutan audit sistem UKT secara transparan. (fbr/edy)

 
 

Sumber:

Berita Terkait