Marhaban ya Ramadan 2026

Tekan Aksi Tawuran, Dindik Jatim Perkuat Karakter Lewat Ramadan Pendidikan Berdampak

Tekan Aksi Tawuran, Dindik Jatim Perkuat Karakter Lewat Ramadan Pendidikan Berdampak

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai saat menyampaikan Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menginisiasi Gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah untuk menekan aksi tawuran pelajar dengan menguatkan kegiatan spiritual, produktif, dan inovatif di SMA, SMK, dan SLB selama Ramadan, Kamis 19 Februari 2026.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan penguatan kegiatan sekolah menjadi kunci meminimalisasi potensi gangguan ketertiban di jalanan.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat meminimalisasi aksi tawuran di kalangan pelajar selama bulan puasa. Mudah-mudahan dengan gerakan ini, spiritualitas para siswa dan akademiknya bisa berjalan berseiring dan berkualitas," ucap Aries.

BACA JUGA:Pangkas Beban Administrasi Guru, Dindik Jatim Luncurkan IMAS dan Buku Saku GTK

Gerakan ini menyasar 1.522 SMA negeri dan swasta serta 2.167 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang pembentukan karakter yang memberi dampak nyata bagi lingkungan melalui empat pilar utama, yakni spiritualitas, produktivitas, kepedulian, dan inovasi.

Beragam program disiapkan untuk mengisi waktu siswa, di antaranya pesantren kilat tematik dan penguatan karakter, proyek mini pembelajaran berbasis karya, gerakan sedekah dan bakti sosial warga sekolah, lomba konten edukatif dan inovasi pembelajaran, gerakan Ramadhan tanpa sampah plastik, serta program Guru Asuh bagi murid rentan.

BACA JUGA:Kadindik Jatim Motivasi Siswa SMKN 4 Surabaya dan Serahkan Bantuan Pendidikan

Berdasarkan kalender pendidikan, libur awal Ramadan berlangsung pada 16–22 Februari 2026.

Siswa kembali mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada 23 Februari hingga 15 Maret 2026, sebelum memasuki libur Idulfitri pada 16–29 Maret 2026.

“Selama masa KBM Ramadan, nuansa religi akan diperkuat di dalam kelas. Siswa diajak membaca Al-Qur'an hingga khatam, melaksanakan zikir bersama selama 15-30 menit sebelum dan sesudah KBM, serta menunaikan shalat berjamaah yang dilengkapi dengan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) secara bergiliran,” pesan Aries.


Gempur--

Meski kegiatan keagamaan diperkuat, ia mengingatkan proses pembelajaran inti tetap berjalan optimal.

Disiplin dan pelayanan publik di lingkungan sekolah harus tetap terjaga tanpa kompromi.

“Ramadan bukan alasan untuk melambat. Justru ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” tegasnya.

BACA JUGA:Kadindik Jatim Luncurkan Program ZePlass Dorong Sekolah Minim Sampah Plastik

Sebagai bentuk evaluasi, setiap sekolah diwajibkan melaporkan dampak nyata kegiatan tersebut melalui cabang dinas masing-masing.

Dindik Jatim menjanjikan apresiasi bagi sekolah dengan terobosan terbaik.

“Inovasi terbaik akan kami publikasikan sebagai praktik baik di tingkat provinsi,” pungkas Aries. (bin)

Sumber: